Valve mengonfirmasi bahwa kenaikan harga Steam Machine yang mencapai 45 persen dari target awal perusahaan merupakan dampak langsung dari krisis harga RAM global yang disebut sebagai "RAMpocalypse." Dalam wawancara dengan IGN, insinyur Valve Pierre-Loup Griffais dan Yazan Aldehayyat mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini "kemungkinan besar serupa" dengan yang dialami Steam Deck pada Mei 2026 lalu.
Berdasarkan perhitungan dari data yang ada, harga asli Steam Machine varian 512GB seharusnya berada di kisaran $729,91 sebelum terkena kenaikan 43,72 persen menjadi $1.049. Untuk varian 2TB, Valve diperkirakan menargetkan harga $950 hingga $1.000 sebelum krisis memori mengubah segalanya.
Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Valve menjelaskan bahwa biaya komponen memori, terutama RAM, melonjak empat kali lipat dari harga normal. Akibatnya, perusahaan tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual konsol mereka secara signifikan.
Perbandingan harga menunjukkan betapa parahnya dampak ini. Steam Deck 512GB yang awalnya dijual $549 kini menjadi $789, sementara varian 1TB melonjak dari $649 menjadi $949. Steam Machine mengikuti pola kenaikan yang identik, membuat konsol ini menjadi produk yang sangat niche di pasaran.
Yang menarik, Steam Machine tetap lebih mahal dari PlayStation 5 Pro bahkan sebelum kenaikan harga. Perbedaan mendasar terletak pada filosofi bisnis Valve yang tidak mau mensubsidi penjualan hardware dengan pendapatan dari toko game mereka.
Steam Machine dirancang dengan filosofi hardware terbuka, memungkinkan pemiliknya menginstal sistem operasi apa pun termasuk Windows 11. Jika pengguna memilih bermain melalui PC Game Pass, Valve tidak mendapatkan satu sen pun dari penjualan game. Ini kontras dengan Sony yang bisa menjual PS5 Pro lebih murah karena mendapat keuntungan dari setiap game yang dibeli di PlayStation Store.
Meskipun lebih mahal, Steam Machine menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki konsol tradisional. Pengguna bisa menginstal aplikasi apa pun tanpa melalui toko resmi, tidak perlu berlangganan untuk bermain online, dan tetap menikmati kemudahan konsol ruang tamu seperti HDMI-CEC serta kontrol power dari stik.
Beberapa pengujian menunjukkan PS5 Pro masih unggul dalam sejumlah judul game tertentu. Namun, keunggulan utama Steam Machine terletak pada kemampuannya sebagai PC desktop yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan selain bermain game.
Konsol ini jelas ditujukan untuk segmen pasar yang sangat spesifik: gamer PC dengan pustaka game Steam yang sudah besar dan ingin bermain dari sofa ruang tamu tanpa repot merakit PC kecil. Bagi gamer yang sudah nyaman dengan PlayStation atau lebih suka bermain di meja kerja, harga setinggi ini sulit dibenarkan.
Valve berharap harga Steam Machine bisa turun ketika pasokan memori global kembali stabil. Namun, para analis memperkirakan proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, jika memang terjadi.