BANTEN — Apple baru saja merilis beta pertama iOS 27 untuk pengembang, dan salah satu fitur yang paling dinantikan adalah sistem dikte bertenaga AI generasi berikutnya. Namun, jangan kaget jika setelah update, fitur ini tidak langsung berfungsi. Perusahaan berbasis di Cupertino itu memilih untuk tidak mengaktifkannya secara default, setidaknya untuk tahap beta awal ini.
Fitur yang dijuluki AFM 3 Core Advanced ini diklaim membawa "peningkatan akurasi yang signifikan" dibanding sistem dikte standar saat ini. Apple menyebut kemampuannya dalam menempatkan huruf kapital dan tanda baca secara otomatis menjadi jauh lebih andal.
Yang menarik dari fitur ini adalah model AI yang menjalankannya. AFM 3 Core Advanced adalah sistem multimodal dengan 20 miliar parameter. Angka ini sangat besar untuk dijalankan di perangkat mobile. Solusinya, Apple menggunakan arsitektur sparse, di mana hanya 1 hingga 4 miliar parameter yang aktif dalam satu waktu, tergantung pada perintah yang diberikan.
Untuk menyimpan model sebesar itu di ponsel, file lengkapnya disimpan di memori flash, bukan di DRAM. Apple menggunakan teknik bernama Instruction-Following Pruning, di mana sebuah "router" ringan akan memilih sekelompok "ahli" tertentu selama pemrosesan awal dan memilih ulang secara periodik selama proses generasi teks berlangsung.
Apple membandingkan sistem baru ini dengan sistem dikte lamanya melalui evaluasi manusia secara langsung. Dalam pengujian yang mencakup tujuh dimensi kualitas—termasuk tanda baca, kapitalisasi, tata letak, penangkapan makna, penanganan disfluensi, dan gaya—AFM 3 Core Advanced lebih unggul. Untuk kualitas keseluruhan, 44,7% penguji lebih memilih sistem baru, sementara hanya 17,6% yang memilih sistem lama.
Karena ukuran modelnya yang besar, fitur dikte AI ini tidak bisa dinikmati semua pengguna. Berikut daftar perangkat yang kompatibel menurut Apple:
Yang perlu dicatat, iPhone 17 standar tidak termasuk dalam daftar. Pasalnya, ponsel tersebut hanya dibekali RAM 8 GB, tidak cukup untuk menjalankan model AFM 3 Core Advanced yang membutuhkan 12 GB. Model AI yang sama juga digunakan untuk suara Siri ekspresif yang dapat dikustomisasi, yang juga merupakan fitur pratinjau opsional di beta 1.
Karena sistem dikte ini berjalan sepenuhnya di perangkat (on-device), kualitas transkripsi akan tetap sama baik ponsel terhubung ke internet maupun tidak. Ini menjadi nilai tambah bagi privasi dan performa offline.
Pertanyaan besarnya, apakah fitur ini akan tetap menjadi opsional saat iOS 27 dirilis secara resmi akhir tahun ini? Atau justru akan diaktifkan secara otomatis di salah satu fase beta selama musim panas? Apple belum memberikan kejelasan. Yang pasti, bagi pengguna iPhone 17 Pro atau iPhone Air yang sudah mencoba beta ini, fitur dikte AI canggih siap diutak-atik di menu pengaturan.