TANGERANG — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan layanan ini gratis dan terbuka bagi seluruh pasangan usia subur. Masyarakat cukup membawa fotokopi KTP dan kartu BPJS Kesehatan jika memilikinya.
“Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan reproduksi serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” kata Tihar Sopian dalam keterangan yang diterima ANTARA, Sabtu.
Pemkot Tangerang menyediakan metode kontrasepsi jangka pendek hingga permanen. Layanan yang bisa dipilih meliputi KB pil, KB suntik, KB kondom, implan, IUD, serta metode kontrasepsi mantap seperti tubektomi dan vasektomi.
“Seluruh layanan diberikan oleh tenaga kesehatan profesional dengan standar pelayanan yang aman dan bermutu,” ujar Tihar.
Pelayanan KB serentak dimulai pada 19 Juni 2026 di Puskesmas Poris Gaga Lama (Batuceper), Puskesmas Kedaung Wetan (Neglasari), dan Puskesmas Ketapang (Cipondoh). Pada 22 Juni 2026, giliran Puskesmas Tanah Tinggi (Tangerang) yang melayani.
Selanjutnya, pada 23 Juni 2026 di Puskesmas Manis Jaya (Jatiuwung) dan Puskesmas Jurumudi Baru (Benda). Pada 24 Juni 2026, layanan dibuka di Puskesmas Gembor (Periuk), Puskesmas Ciledug, Puskesmas Jalan Baja (Cibodas), serta Puskesmas Pedurenan (Karang Tengah).
Pada 25 Juni 2026, puskesmas yang melayani adalah Puskesmas Karawaci Baru (Karawaci), Puskesmas Larangan Utara, Puskesmas Panunggangan, dan Puskesmas Kunciran Baru (Pinang). Pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Selain pemasangan alat kontrasepsi, program ini juga menjadi sarana konsultasi bagi masyarakat untuk menentukan metode KB yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Pemkot Tangerang mengajak seluruh pasangan usia subur yang membutuhkan layanan kontrasepsi untuk memanfaatkan program gratis ini.
“Pelayanan KB gratis ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga guna mendukung kesehatan ibu, anak, serta kesejahteraan keluarga secara menyeluruh,” kata Tihar Sopian.