SERANG — Budi Rustandi tiba di SDIT Al-Izzah, Jalan TB Husni Qodir, Pabuaran, Kota Serang, dan langsung bergabung dengan puluhan orang tua murid lain. Ia menemui wali kelas dari dua anaknya: Alisha yang naik ke kelas IV dan Elzio Apriliani yang naik ke kelas VI.
Dalam suasana akrab, Budi mendengarkan penjelasan guru soal perkembangan akademik dan karakter kedua anaknya selama satu semester terakhir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga pendidik.
“Saya sebagai orang tua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru yang telah dengan penuh dedikasi membimbing, mengajarkan, dan mendidik putra-putri kami selama ini di sekolah,” ujar Budi.
Momen pembagian rapor itu juga dimanfaatkan Budi untuk mengapresiasi peran istrinya. Ia menyebut keberhasilan pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara sekolah dan keluarga.
“Saya juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada istri saya, Bunda, yang selalu tanpa lelah membimbing, menjaga, dan mengasuh putra-putri kami saat berada di rumah,” katanya.
Pemerintah Kota Serang meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) untuk menanamkan kesadaran bahwa kehadiran ayah di sekolah bersifat substantif, bukan sekadar seremonial. Pemkot menilai keterlibatan ayah mampu memberikan dukungan moral dan motivasi besar bagi anak-anak.
Melalui program ini, Pemkot Serang juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara ayah, ibu, dan guru. Kolaborasi itu diyakini menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.