BANTEN — Guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa siang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerusakan bangunan menyebar di empat wilayah: Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Donggala.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan laporan sementara menunjukkan kerusakan di sejumlah titik. "Rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa.
Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama empat hingga enam detik. Warga berhamburan keluar rumah. BPBD setempat langsung melakukan asesmen cepat. Guncangan dengan intensitas sedang dilaporkan terjadi di Kabupaten Donggala selama dua detik, sementara di Kabupaten Poso getaran kuat berlangsung sekitar enam detik.
Pengamat dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu, Hendrik, menerima laporan kerusakan bangunan yang spesifik. "Ada beberapa laporan bangunan yang rusak," ujarnya.
Di Kabupaten Sigi, plafon Kantor Bupati Sigi rusak dan beberapa bagian lantai dilaporkan retak. Di lingkungan Universitas Tadulako, plafon auditorium ambrol dan sebagian material bangunan jatuh. Kerusakan ringan juga terjadi di Hotel Best Western Coco Palu dan Hotel Santika.
Akses Jembatan Palu III ditutup sementara setelah ditemukan indikasi keretakan pada struktur. Seluruh kendaraan dialihkan ke jalur lain hingga pemeriksaan lebih lanjut rampung.
Hingga Selasa malam, BNPB memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat gempa ini. "Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," kata Abdul Muhari.
BPBD di masing-masing daerah terus melakukan monitoring dan asesmen di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.