BANTEN — Sepanjang 2026, emas Antam sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari lalu, yakni Rp 3.168.000 per gram. Harga buyback saat itu juga tembus Rp 2.989.000 per gram. Kini, meski harga sedang naik, posisi masih sekitar Rp 459.000 di bawah rekor.
Untuk buyback, Antam membeli emas bekas di angka Rp 2.450.000 per gram. Artinya, jika Anda menjual hari ini, selisih dengan harga jual mencapai Rp 259.000 per gram. Ini penting dicatat bagi investor yang ingin cairkan aset.
Berbeda dengan Antam, harga emas di Pegadaian justru turun. Emas Antam di Pegadaian dibanderol Rp 2.797.000 per gram, turun Rp 25.000 dari hari sebelumnya. Emas UBS juga melemah Rp 27.000 ke Rp 2.676.000 per gram. Galeri24, produk Pegadaian sendiri, turun Rp 27.000 menjadi Rp 2.663.000 per gram.
Penurunan ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS masih akan menaikkan suku bunga tahun ini, menyusul data inflasi produsen AS yang naik 6,5% year on year pada Mei. Suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas.
PT Hartadinata Abadi Tbk menawarkan harga emas 24 karat paling kompetitif hari ini. Emas 1 gram dihargai Rp 2.571.000, lebih murah Rp 138.000 dari Antam dan Rp 105.000 dari UBS Pegadaian. Untuk ukuran besar, emas 100 gram Hartadinata dibanderol Rp 251,4 juta.
Selisih harga ini bisa jadi pertimbangan bagi pembeli yang mencari nilai lebih rendah, namun tetap dengan kadar 24 karat. Tapi ingat, likuiditas saat dijual kembali juga perlu diperiksa—biasanya buyback di toko emas berbeda dengan buyback Antam.
Pasar emas domestik saat ini bergerak dua arah. Di satu sisi, harga Antam naik karena permintaan fisik. Di sisi lain, harga emas dunia melemah karena harapan damai AS-Iran dan sikap hawkish bank sentral Eropa yang baru menaikkan suku bunga pertama sejak 2023. Bagi investor, mencermati selisih harga jual-beli dan membandingkan harga antarpenjual jadi langkah wajib sebelum bertransaksi.