TANGERANG SELATAN — Ribuan titik lampu penerangan jalan umum di sepanjang jalan nasional dan provinsi di Banten dalam kondisi mati dan membutuhkan penanganan segera. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyatakan situasi ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan dan keamanan warga yang beraktivitas pada malam hari.
“Banyak PJU di jalan nasional dan provinsi tidak aktif. Ini perlu peremajaan segera dalam menekan angka kecelakaan dan kriminalitas,” kata Pilar di Tangerang, Minggu (31/5/2026).
Permasalahan ini telah disampaikan Pilar langsung kepada Gubernur Banten Andra Soni dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Menurutnya, Pemkot Tangerang Selatan mendukung penuh langkah percepatan yang diambil pemerintah provinsi untuk mendorong kementerian terkait mengoptimalkan pemasangan PJU.
Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya mengungkapkan kebutuhan PJU di jalan nasional mencapai sekitar 8.000 titik. Angka ini menyebar di berbagai ruas strategis di delapan kabupaten dan kota di Banten.
Data mencatat panjang jalan nasional di Provinsi Banten mencapai sekitar 567,9 kilometer. Ruas terpanjang berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, dua wilayah yang kerap mengalami keterbatasan infrastruktur penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengungkapkan masih banyak ruas jalan kewenangan pusat yang belum memiliki penerangan memadai. Ironisnya, meski PJU itu dibangun oleh pemerintah pusat, pembayaran listriknya kerap dibantu pemerintah daerah maupun pihak swasta.
“Kita (Pemprov Banten) selama ini bayar. Setahun hampir Rp4 miliar untuk sekitar lima ribu lampu,” ujar Tri.
Ia menambahkan ke depan penanganan PJU di jalan nasional akan diperkuat melalui mekanisme kerja sama antara pemerintah daerah dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Skema ini sudah berjalan di Kabupaten Lebak melalui nota kesepahaman antara pemkab dan BPTD.
Pilar Saga Ichsan secara spesifik menyebut kawasan Ciputat dan Pamulang sebagai ruas strategis di Tangsel yang membutuhkan peningkatan dan peremajaan lampu jalan. Banyak PJU di dua titik tersebut sudah tidak berfungsi optimal.
“Sebab banyak warga yang melakukan aktivitas saat malam hari sehingga perlu dukungan penerangan jalan agar terhindar juga dari kecelakaan khususnya pada saat hujan turun,” ujarnya.
Sebagai daerah lintasan yang selalu ramai selama 24 jam, keberadaan PJU yang berfungsi baik menjadi faktor krusial. Selain menekan angka kecelakaan, penerangan yang memadai juga mendukung aktivitas usaha warga di sekitar ruas jalan nasional dan provinsi.