TANGERANG — Tumpukan sampah terlihat memenuhi bahu Jalan Pantura, tepatnya di area lampu merah depan gerbang masuk Citra Raya Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/2026) pagi. Kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jalan yang melintas di kawasan padat kendaraan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, berbagai jenis limbah rumah tangga hingga plastik tampak berserakan hingga ke pinggir jalan. Keberadaan sampah ini memicu keluhan dari para komuter, terutama pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur penghubung utama di wilayah Tangerang tersebut.
Para pengendara sepeda motor menjadi pihak yang paling terdampak oleh aroma dan pemandangan tidak sedap di titik tersebut. Salah satu pengguna jalan menyatakan keheranannya karena tumpukan sampah muncul di lokasi yang biasanya tidak menjadi titik pembuangan.
"Kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah terlihat di lokasi ini," ujar salah satu pengendara yang melintas di kawasan Cikupa, Senin.
Ia menambahkan bahwa tumpukan limbah tersebut tampaknya baru muncul dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun rutin melewati jalur ini, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jadwal pembersihan maupun keberadaan petugas kebersihan yang bertugas di area gerbang perumahan tersebut.
Pengguna jalan lain mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika tumpukan sampah tidak segera dievakuasi. Selain merusak estetika lingkungan, keberadaan limbah ini dinilai berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat yang cukup tinggi di depan gerbang perumahan skala kota tersebut.
Limbah yang mulai meluber ke bahu jalan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan berkendara, terutama saat volume kendaraan meningkat. Warga menilai langkah cepat sangat diperlukan agar tumpukan tidak semakin meluas dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.
Masyarakat dan para pengguna jalan kini menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menjaga kebersihan di sepanjang Jalan Pantura Cikupa. Fokus utama warga adalah pengembalian fungsi trotoar sebagai fasilitas publik dan memastikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya aktivitas pengangkutan sampah oleh armada kebersihan di lokasi. Warga berharap adanya koordinasi intensif guna mengatasi persoalan sampah di titik strategis Kabupaten Tangerang ini agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah liar permanen.