Mobil Wisatawan Nyaris Ditarik Debt Collector di Malioboro, Polisi Bongkar Beda Data

Penulis: Pandu Wibisono  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:20:01 WIB
Mobil wisatawan nyaris ditarik debt collector di Jalan Mataram, Malioboro, Yogyakarta.

BANTEN — Sebuah mobil milik wisatawan nyaris ditarik debt collector saat pemiliknya membeli oleh-oleh di Jalan Mataram, kawasan Malioboro, Yogyakarta. Insiden yang viral di Threads pada Selasa (20/10) itu berakhir damai setelah polisi mengecek data kendaraan di Samsat dan menemukan pelat nomor yang dibawa penagih tidak cocok dengan mobil aslinya.

Pemilik mobil, Olivia, mengaku membeli kendaraan tersebut secara tunai dari dealer mobil bekas. Ia membawa dua anak saat kejadian berlangsung di depan pusat perbelanjaan Malioboro.

Dalam unggahan di akun Threads @oliviakaramoy, Olivia menulis bahwa mobilnya tiba-tiba dihadang sekelompok orang yang mengaku dari perusahaan pembiayaan. Mereka menyebut pelat mobil palsu dan mengklaim kendaraan itu milik mereka.

"HATI-HATI, baru aja kejadian sm aku di Mall Malioboro Yogyakarta. mobil tiba2 di hadang oleh komplotan DebtCol mau rampas mbl aku katanya plat palsu dan ini mbl mereka. padahal aku beli mbil cash (second dealer)," tulis Olivia dalam unggahannya.

Kronologi Kejadian di Jalan Mataram

Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani Hasan membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian bermula saat pemilik mobil sedang membeli oleh-oleh di sebuah toko di Jalan Mataram.

"Didatangi dari pihak finance, penagihan kredit itu. Kemudian sesuai dengan kronologis yang di (unggahan) itu, (pemilik mobil) menunjukkan, 'Ini lho suratnya', terus 'ini lho bukti kepemilikan saya', dari pemiliknya itu," papar Dani.

Merasa terancam, Olivia meminta bantuan petugas keamanan mal dan menghubungi nomor darurat 110. Personel Polresta Yogyakarta langsung bergerak ke lokasi.

Karena pembicaraan di tempat kejadian dinilai tidak nyaman, kedua pihak sepakat melanjutkan penyelesaian di Mapolresta Yogyakarta.

Hasil Pengecekan Samsat: Pelat Nomor Tidak Cocok

Di Mapolresta, Olivia menunjukkan STNK mobilnya. Polisi lalu mengecek data kepemilikan kendaraan melalui Samsat untuk membandingkan dengan dokumen yang dibawa pihak penagih.

"Diceknya kan melalui Samsat itu, muncullah identitas. Identitas itu milik dari pembawa kendaraan gitu. Jadi plat, kan kalau dicek kan ada plat nomornya ini, nomor rangkanya ini, nomor mesinnya ini, nah itu match punyanya si pemilik," ungkap Dani.

Dari pengecekan itu terungkap nomor rangka dan nomor mesin mobil memang sama. Namun pelat nomor yang tertera di data Samsat berbeda dengan pelat yang dibawa pihak pembiayaan.

"Ya jadi beda data gitu. Yang beda ini di pelat, pelat nomornya. Entah itu beda depannya atau apa itu saya nggak tahu persisnya. Nomor rangka nomor mesin sama, tapi pelatnya beda. Tapi yang di Samsat itu plat yang benar adalah plat yang dibawa oleh pemilik," jelas Dani.

Polisi menduga data yang dipegang perusahaan pembiayaan sudah usang, misalnya karena kendaraan telah berpindah tangan atau balik nama sebelum dijual kembali ke dealer.

Berakhir Kekeluargaan Tanpa Langkah Hukum

Olivia memilih tidak menempuh jalur hukum. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak penagih mengakui kemungkinan kekeliruan data di pihak mereka.

"Jadi pemilik mobil itu nggak (mengambil langkah hukum), jadi selesai dengan kekeluargaan, bukan damai ya, tapi kekeluargaan. Terus pihak si penagihan kredit itu dia mengakui, 'Oh, mungkin data dari kami yang keliru', kayak gitu," pungkas Dani.

Tips untuk Wisatawan yang Membawa Mobil Pribadi

Kejadian ini jadi pengingat bagi traveler yang berkendara sendiri ke Yogyakarta. Simpan STNK dan bukti kepemilikan asli di dalam mobil, bukan hanya fotokopi.

Jika dihadang pihak tak dikenal yang mengaku penagih, jangan menyerahkan kunci. Cari lokasi ramai, minta bantuan petugas keamanan setempat, dan hubungi 110.

Malioboro dan Jalan Mataram termasuk kawasan padat pada sore hingga malam. Parkir di area resmi mal atau kantong parkir berpetugas untuk mengurangi risiko.

Bagi wisatawan yang membeli mobil bekas, pastikan proses balik nama dan pembaruan data Samsat sudah tuntas. Data yang belum diperbarui berpotensi memicu salah sasaran penagihan seperti dalam insiden ini.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top