TANGERANG — Paket bantuan yang disalurkan meliputi dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, 1,5 ton benih padi varietas Inpari 32, pestisida nabati untuk lahan 500 hektare, serta alat pemotong rumput. Seluruh sarana itu diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan dan menjaga pasokan air tanaman.
Penyerahan berlangsung bersamaan dengan panen padi sawah di wilayah Kelompok Tani Cibentek. Hamparan sawah di kawasan tersebut mencapai sekitar 275 hektare dan dikelola delapan kelompok tani.
Dengan perkiraan produktivitas 6,2 ton per hektare, hamparan seluas 275 hektare berpotensi menghasilkan sekitar 1.705 ton gabah. Angka itu menjadi dasar penyaluran bantuan agar produktivitas lahan tetap terjaga.
Ketersediaan traktor diharapkan memangkas waktu pengolahan tanah, sementara pompa air menopang kebutuhan tanaman ketika pasokan air terbatas. Benih Inpari 32 mendukung penanaman, sedangkan pestisida nabati dan alat pemotong rumput membantu pemeliharaan lahan.
Perwakilan penerima bantuan dari Poktan Cibentek, Idep Bustomi, menyebut pengolahan tanah manual dan keterbatasan air kerap menghambat efisiensi tanam. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Sebelum ada bantuan ini, hasil panen dan proses pengerjaan sawah membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Kendala seperti pengolahan tanah manual dan ketersediaan air sering kali menghambat efisiensi tanam. Dengan hadirnya bantuan traktor, pompa air, hingga benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen," terang Idep.
Ia berharap bantuan tersebut mengurangi kendala operasional petani sekaligus memperlancar persiapan lahan musim tanam berikutnya. "Bantuan ini sangat berarti untuk mempermudah kerja kami di lapangan dan meningkatkan hasil panen," ungkapnya.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bantuan harus dimanfaatkan optimal dan dipertanggungjawabkan kelompok tani maupun penerima manfaat. Ia mendorong penanaman kembali paling lambat 14 hari setelah panen demi menjaga keberlanjutan produksi.
Maesyal menjelaskan dukungan terhadap petani merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui anggaran masing-masing.
"Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan," ungkapnya.
Melalui dukungan peralatan, benih, dan sarana pendukung lain, petani di Kabupaten Tangerang diharapkan menjalankan budi daya lebih efisien, menjaga produktivitas lahan, serta mempertahankan hasil panen untuk kebutuhan pangan masyarakat.