BANTEN — Traveloka SEA Index Q3 2026 mencatat pergeseran pola perjalanan wisatawan Indonesia sepanjang Juli-September 2026, dengan Mekkah dan Borobudur sebagai dua nama yang paling menonjol. Pemesanan akomodasi ke Mekkah naik 50 persen dibanding periode sama tahun lalu, sementara Wonosobo, Magelang, Pangandaran, Sukabumi, dan Bukittinggi memimpin pertumbuhan destinasi domestik. Laporan kuartalan ini dirilis Rabu (14/10) dan memetakan tren di lima negara Asia Tenggara.
Perubahan pola perjalanan terlihat dari peringkat yang disusun berdasarkan pertumbuhan pemesanan relatif, bukan jumlah kunjungan absolut. Artinya, destinasi yang masuk daftar belum tentu paling ramai secara total, tetapi mengalami lonjakan minat paling cepat dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi wisata religi, tiga kota di Arab Saudi masuk daftar 10 destinasi internasional dengan pertumbuhan pemesanan relatif tercepat dari Indonesia. Mekkah mencatat kenaikan 50 persen, disusul Jeddah dan Madinah yang turut menunjukkan tren serupa.
Yang menarik, wisatawan Indonesia tidak hanya memesan lebih banyak, tetapi juga menginap lebih lama di kota suci tersebut. Data durasi menginap yang lebih panjang ini mengindikasikan perjalanan yang lebih mendalam, bukan sekadar transit singkat.
Peningkatan ini melengkapi gambaran bahwa wisata religi masih menjadi segmen kuat bagi pasar Indonesia. Infrastruktur seperti Haramain High-Speed Railway yang menghubungkan Mekkah, Jeddah, dan Madinah kemungkinan turut memudahkan pergerakan wisatawan antar kota.
Selain wisata religi, minat terhadap wisata alam dan budaya dalam negeri juga tumbuh. Lima kota masuk sebagai destinasi domestik dengan pertumbuhan pemesanan tercepat: Wonosobo, Magelang, Pangandaran, Sukabumi, dan Bukittinggi.
Empat dari lima destinasi tersebut dapat dijangkau lewat perjalanan darat dari kota-kota besar di Pulau Jawa. Karakteristik ini menunjukkan potensi wisata daerah yang menawarkan pengalaman berbeda dari destinasi perkotaan biasa.
Wonosobo dikenal dengan kawasan dataran tinggi dan lanskap alamnya yang hijau. Magelang memiliki daya tarik utama berupa Candi Borobudur, salah satu situs bersejarah paling penting di Indonesia.
Kedekatan dua kota ini membuat traveler bisa merencanakan satu perjalanan yang menggabungkan wisata alam pegunungan dan eksplorasi warisan budaya. Rute darat dari Yogyakarta atau Semarang pun relatif mudah ditempuh.
Garut di Jawa Barat mencatat peningkatan pencarian sebesar 48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Daerah ini dikenal dengan kawasan pegunungan, udara sejuk, dan suasana alam yang menenangkan.
Angka pencarian memang belum tentu berujung pada pemesanan atau perjalanan yang benar-benar dilakukan. Namun lonjakan ini memberi sinyal awal bahwa destinasi dataran tinggi masih jadi primadona bagi wisatawan domestik.
Di luar wisata religi dan destinasi domestik, wisatawan Indonesia juga menunjukkan ketertarikan pada sejumlah tujuan di Asia. Phu Quoc di Vietnam, Chongqing dan Hangzhou di China, Nagoya di Jepang, serta Shenzhen di China masuk daftar lima destinasi internasional dengan pertumbuhan pemesanan relatif tercepat.
Pola ini memperlihatkan bahwa wisatawan Indonesia semakin variatif dalam memilih destinasi. Kota-kota di Asia Timur dan Asia Tenggara menjadi alternatif yang menarik, baik untuk liburan keluarga maupun solo.
Daya tarik wisata religi dan budaya Indonesia juga terlihat dari meningkatnya pemesanan wisatawan Malaysia ke Magelang dan Yogyakarta. Magelang menjadi tujuan karena keberadaan Candi Borobudur, sedangkan Yogyakarta menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Prambanan.
Kedua kawasan tersebut memiliki warisan budaya yang berkaitan erat dengan sejarah dan tradisi keagamaan. Temuan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat pemanfaatan kawasan candi sebagai ruang ibadah, wisata religi, sekaligus tempat pelestarian warisan budaya.
Minat wisatawan regional terhadap Indonesia juga terlihat dari peningkatan pencarian perjalanan dari Singapura ke Bandung sebesar 64 persen secara tahunan.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata yang dikutip dalam laporan tersebut, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,3 juta perjalanan. Angka ini naik 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025.
Jawa Barat menjadi salah satu provinsi tujuan dengan jumlah perjalanan tertinggi, yakni 18,7 juta perjalanan. Jawa Tengah menyusul dengan 13,8 juta perjalanan.
Data Traveloka memberikan gambaran lebih spesifik mengenai destinasi yang mengalami pertumbuhan pemesanan di kalangan pengguna platform tersebut. Sementara angka Kementerian Pariwisata menunjukkan besarnya aktivitas perjalanan domestik secara keseluruhan.
Bagi traveler yang ingin memanfaatkan tren ini, pertimbangkan memesan akomodasi lebih awal untuk destinasi seperti Wonosobo, Magelang, atau Bukittinggi yang mengalami lonjakan permintaan. Harga tiket dan kamar berpotensi naik seiring meningkatnya pemesanan.
Untuk wisata religi ke Arab Saudi, pastikan dokumen perjalanan dan jadwal ibadah sudah direncanakan matang. Sementara bagi yang ingin menjelajah Asia, kota-kota seperti Nagoya atau Phu Quoc bisa menjadi pilihan menarik dengan penerbangan yang semakin mudah diakses.
Informasi terkini mengenai harga tiket, jadwal penerbangan, dan ketersediaan akomodasi dapat dikonfirmasi langsung melalui platform pemesanan atau dinas pariwisata setempat.