3,3 Juta Pemuda Banten Jadi Kunci Bonus Demografi, Fairus Ramadhan Sebut Perlu Dukungan Generasi Sebelumnya

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 13:27:32 WIB
Data BPS mencatat jumlah pemuda di Provinsi Banten pada 2026 mencapai sekitar 3,3 juta jiwa atau 24 persen dari total penduduk.

Sebanyak 3,3 juta jiwa atau sekitar 24 persen dari total penduduk Provinsi Banten masuk kategori pemuda pada 2026, angka yang dinilai menjadi modal utama menghadapi bonus demografi. Lulusan Universitas Az-Zaitunah Tunisia, Fairus Ramadhan, menyebut peluang itu hanya bisa dikunci jika pemerintah menghadirkan pertumbuhan ekonomi merata, layanan kesehatan untuk semua golongan, serta peningkatan kualitas pendidikan di tiap daerah. Ia menekankan peran generasi sebelumnya tetap dibutuhkan untuk mewariskan wawasan dan pengalaman kepada generasi muda.

CILEGON — Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pemuda di Provinsi Banten pada 2026 mencapai kurang lebih 3,3 juta jiwa. Angka itu setara 24 persen dari total penduduk Banten yang berjumlah sekitar 12 juta jiwa.

Fairus Ramadhan, mahasiswa lulusan Universitas Az-Zaitunah di Tunisia, menilai besarnya populasi muda tersebut harus dimanfaatkan pemerintah secara serius. Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi berkah jika dibarengi pertumbuhan ekonomi yang merata, pelayanan kesehatan untuk semua golongan, dan peningkatan fasilitas serta kualitas pendidikan di setiap daerah.

Mengapa Peran Generasi Sebelumnya Menentukan

Fairus menekankan bahwa keberhasilan bonus demografi tidak bisa hanya bergantung pada semangat generasi muda. Generasi sebelumnya dituntut aktif memberikan wawasan dan pengalaman agar kaum muda tidak kehilangan arah.

Ia merujuk pemikiran tokoh asal Tunisia, Ibnu Khaldun, tentang teori "Ashabiyah" — persatuan yang harus dilakukan semua golongan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Teori itu, katanya, relevan dengan kondisi Banten saat ini.

"Generasi muda harus mengisi ruang-ruang publik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan di Provinsi Banten dengan semangat juang dan kreativitas," kata Fairus Ramadhan di Cilegon, Senin.

HUT ke-26 Banten dan Slogan "Banten Bergerak, Maju Berdampak"

Dalam momentum perayaan Provinsi Banten yang ke-26 tahun, Fairus berharap peringatan itu tidak berhenti sebagai seremonial tahunan. Menurutnya, momen tersebut harus menjadi pengingat bahwa Banten konsisten menghadirkan generasi muda yang cerdas dan gemilang bagi Indonesia.

Ia menilai slogan "Banten Bergerak, Maju Berdampak" sangat relevan menggambarkan potensi besar provinsi ini di sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Potensi itu hanya bisa diraih jika seluruh golongan bekerja bersama.

"Oleh karena itu, melalui perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Provinsi Banten ini, kita sebagai masyarakat Banten harus percaya pada kekuatan yang dimiliki oleh semua golongan yang terlibat. Hal tersebut selaras dengan perkataan Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno bahawa Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka," katanya.

Tiga Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah

Fairus merinci tiga prasyarat agar bonus demografi Banten tidak berubah menjadi beban. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang merata hingga ke setiap daerah, bukan hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Kedua, pelayanan kesehatan yang menjangkau semua golongan tanpa terkecuali. Ketiga, peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan sebagai fondasi daya saing pemuda Banten di pasar kerja.

Dengan 24 persen penduduk berusia muda, Banten memiliki jendela peluang yang tidak akan terbuka dua kali. Kesalahan mengelola momentum ini berpotensi menimbulkan masalah sosial baru di kemudian hari.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top