GIIAS Semarang 2026 Digelar 30 September, 12 Merek Mobil Listrik Ikut Pameran

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 21 September 2026 | 19:48:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi pengurus Gaikindo di kantornya, Senin (21/9/2026).

BANTEN — GIIAS Semarang 2026 berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2026 dengan 19 merek kendaraan, 12 di antaranya mobil listrik. Pameran ini digelar saat penjualan nasional tumbuh 12 persen dan realisasi BBNKB Jawa Tengah baru 65 persen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap transaksi selama lima hari pameran mengakselerasi penerimaan daerah.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memastikan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 digelar di Kota Semarang. Kepastian itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi pengurus Gaikindo di kantornya, Senin (21/9/2026).

Dukungan Pemprov Jawa Tengah terhadap pameran ini bukan tanpa alasan. Sektor otomotif dianggap menopang mobilitas orang dan barang yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

"Pemprov Jateng mendukung terkait GIIAS di Semarang ini karena pergerakan orang dan barang itu menjadi salah satu prioritas, salah satunya melalui industri otomotif," kata Ahmad Luthfi.

12 Merek Mobil Listrik Ramaikan Pameran

GIIAS Semarang 2026 diikuti 19 merek kendaraan, terdiri atas 18 merek mobil dan satu merek sepeda motor. Dari 18 merek mobil tersebut, 12 di antaranya merupakan kendaraan listrik dan enam merek kendaraan konvensional. Sebanyak 25 industri pendukung juga terlibat dalam pameran.

Ketua Harian Gaikindo sekaligus Ketua Pameran GIIAS Semarang 2026, Anton Kumonty, menyebut jumlah merek mobil listrik yang berpartisipasi tahun ini lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

"Tahun ini lebih banyak merek mobil listrik yang berpartisipasi dibandingkan tahun sebelumnya," kata Anton.

Peningkatan partisipasi merek kendaraan listrik itu menjadi gambaran perkembangan pasar sekaligus bertambahnya pilihan kendaraan yang tersedia bagi masyarakat.

BBNKB Jateng Baru 65 Persen, Pameran Jadi Andalan

Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi menyatakan pameran otomotif rutin menjadi salah satu cara menghidupkan kembali pasar kendaraan bermotor. Realisasi pendapatan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jawa Tengah hingga September 2026 baru mencapai 65 persen.

"Harapannya, dengan sering dilakukan pameran ini dapat menumbuhkan penjualan kendaraan bermotor. Kita akan kolaborasi, bukan tidak mungkin nanti akan ada relaksasi yang diberikan, ini masih dihitung dulu," ujar Masrofi.

Masrofi menyebut pihaknya tinggal mengakselerasi penerimaan, salah satunya lewat GIIAS dan pameran otomotif lain, agar realisasi BBNKB 2026 bisa melampaui capaian 2025.

Penjualan Nasional Tembus 600 Ribu Unit hingga Agustus

Di tingkat nasional, pasar otomotif menunjukkan pertumbuhan. Penjualan kendaraan baru selama delapan bulan 2026 atau hingga Agustus mendekati 600 ribu unit, tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, penjualan nasional tercatat sekitar 803 ribu unit. Untuk 2026, industri otomotif menargetkan penjualan mencapai 850 ribu unit.

"Jawa Tengah itu pasar otomotif nomor lima di Indonesia. Dibandingkan tahun lalu ada peningkatan 12 persen, di Jawa Tengah kemungkinan sama secara persentase," jelas Anton.

Posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pasar otomotif utama nasional membuat GIIAS Semarang 2026 diharapkan menciptakan efek berantai terhadap perdagangan, industri pendukung, hingga penerimaan daerah. Peningkatan transaksi kendaraan berpotensi mempercepat penerimaan BBNKB Jawa Tengah yang masih tertinggal dari target.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: mettanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top