BANTEN — Kasus Influenza A di sejumlah daerah dilaporkan naik menjelang akhir tahun, dan anak usia 0-4 tahun menyumbang 33 persen dari total infeksi yang terdeteksi. Berikut gejala yang perlu ibu waspadai pada balita, langkah pencegahan di rumah, serta kapan harus segera ke dokter.
Kementerian Kesehatan memastikan lonjakan kasus Influenza A di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, masih terkendali secara nasional. Pemerintah memperketat pemantauan di titik sentinel fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan lebih luas.
Yang jadi perhatian utama: hasil surveilans menunjukkan balita usia 0-4 tahun adalah kelompok paling rentan terdampak pada kenaikan kali ini. Ibu dengan anak di rentang usia tersebut sebaiknya menyimak tanda-tanda berikut.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkap proporsi infeksi pada kelompok usia dini mencapai sepertiga dari total kasus.
"Kasus influenza yang terdeteksi tersebut mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun, dengan proporsi mencapai 33 persen," ujar Aji seusai wawancara doorstop bersama media di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Anak balita memang belum punya sistem imun yang matang. Mereka juga sering berada di ruang bermain bersama anak lain, sehingga risiko tertular lebih besar dibanding orang dewasa.
Kemenkes mengimbau orang tua lebih peka terhadap gejala batuk dan demam pada anak. Pada balita, gejala khas influenza A biasanya muncul mendadak dan bisa berlangsung beberapa hari.
Sebagian anak juga mengalami muntah atau diare. Kalau gejala ringan, perawatan di rumah dengan istirahat cukup dan cairan yang banyak biasanya sudah membantu.
Aji menegaskan kenaikan kunjungan pasien di beberapa rumah sakit daerah tidak sampai membuat fasilitas kesehatan nasional kelebihan kapasitas.
"Kenaikan tersebut juga diperkirakan tidak akan menjadi lonjakan signifikan," tambahnya.
Pernyataan ini memperkuat penjelasan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dua hari sebelumnya. Menurutnya, penanganan Influenza A pada dasarnya bisa diatasi lewat pengobatan standar dan pemantauan ketat di daerah terdampak.
Protokol kesehatan dasar tetap jadi cara paling efektif melindungi balita. Ajarkan anak cuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah bermain di luar.
Jaga daya tahan tubuh anak dengan asupan bergizi, tidur cukup, dan imunisasi sesuai jadwal. Kalau ada anggota keluarga yang sedang batuk atau demam, sebaiknya pakai masker dan batasi kontak dekat dengan si kecil.
Hindari membawa balita ke tempat ramai saat kasus sedang naik. Jika harus keluar rumah, pastikan kebersihan tangan dan mainan yang dibawa tetap terjaga.
Tidak semua influenza A bisa ditangani di rumah. Bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika muncul tanda berikut:
Bayi di bawah satu tahun perlu perhatian ekstra. Sistem imun mereka masih sangat rentan, jadi jangan tunda konsultasi meski gejala terlihat ringan.
Kenaikan kasus Influenza A menjelang akhir tahun memang bagian dari siklus musiman. Dengan mengenali gejala, menjaga kebersihan, dan tahu kapan harus mencari bantuan medis, ibu bisa melindungi balita tanpa perlu panik berlebihan.