BANTEN — Google mengumumkan tanggal pre-order Googlebook secara resmi, dan sejumlah merek besar sudah menyatakan dukungan. Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo disebut akan merilis perangkat berbasis platform baru ini. Pre-order dibuka 21 September pukul 9 pagi waktu ET, atau sekitar pukul 20.00 WIB di hari yang sama.
Google menyebut Googlebook sebagai "kategori baru laptop yang dibangun dengan Gemini sebagai inti kegunaannya, dirancang bekerja mulus dengan perangkat di sekitar pengguna, dan ditenagai hardware premium." Klaim itu masih perlu dibuktikan lewat pengujian langsung, terutama soal performa dan daya tahan baterai.
Fitur paling menonjol di Googlebook adalah Magic Pointer. Kursor ini bekerja seperti Google Lens atau Circle to Search, tapi untuk laptop. Ketika pengguna menggoyangkan kursor ke arah objek tertentu, laptop akan menampilkan informasi kontekstual tentang apa yang sedang ditunjuk.
Bayangkan sedang membaca artikel riset dan menemukan istilah asing. Alih-alih membuka tab baru untuk mencari, cukup goyangkan kursor dan informasi muncul langsung. Fitur ini berpotensi menghemat waktu untuk riset cepat, meski seberapa akurat dan cepat responsnya baru bisa dinilai setelah dipakai harian.
Ini pembeda utama dari Chromebook. Selama ini ChromeOS menjalankan aplikasi Android lewat emulasi, dan hasilnya sering tidak konsisten — mulai dari lag, crash, sampai fitur yang tidak berfungsi penuh.
Google VP John Maletis dalam wawancara dengan Chrome Unboxed mengatakan, "We now have an ability to run truly native Android applications, not emulated. So performance of these apps is incredible." Artinya, aplikasi Android di Googlebook berjalan native, bukan hasil emulasi. Jika klaim ini benar, performa aplikasi Android di laptop bisa jauh lebih mulus dibanding Chromebook generasi sebelumnya.
Pengguna juga bisa melakukan cast aplikasi dari ponsel Android ke Googlebook. Fitur ini berguna untuk aplikasi yang belum tersedia secara native di platform baru tersebut.
Widget di laptop bukan hal baru. Yang membedakan, Googlebook memungkinkan pembuatan widget secara on-the-fly menggunakan Gemini. Pengguna tidak terbatas pada widget bawaan aplikasi.
Contoh yang ditunjukkan Google: seseorang meminta widget pelacak perjalanan, dan widget itu langsung dibuat sesuai kebutuhan. Kasus penggunaan lain bisa berupa pelacakan paket, kontrol musik lintas platform, atau pemantauan jadwal. Fleksibilitas ini menarik, tapi bergantung pada seberapa pintar Gemini memahami permintaan pengguna.
Googlebook menawarkan pendekatan berbeda dari Chromebook konvensional. Kombinasi Android native, Magic Pointer, dan widget Gemini menunjukkan Google serius membangun ekosistem laptop yang terintegrasi dengan ponsel dan AI.
Apakah bisa menggantikan MacBook Air sebagai laptop harian? Tergantung tiga hal: harga final, ketersediaan di Indonesia, dan apakah performa nyata sesuai klaim. Pre-order 21 September akan jadi momen krusial — dan pengujian langsung setelahnya yang akan menentukan apakah Googlebook layak masuk daftar pertimbangan pembeli laptop premium.