TANGERANG — Kekhawatiran akan paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak pada kualitas udara di Kota Tangerang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, hasil pemantauan melalui ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup di empat stasiun menunjukkan kondisi udara masih memenuhi baku mutu.
Empat stasiun pemantau tersebut tersebar di Pasir Jaya, Benteng Betawi, Karang Tengah, dan Kali Pasir. Hasil pengukuran di seluruh titik tersebut berada dalam kategori baik hingga sedang.
Kendati saat ini masih aman, warga Kota Tangerang diminta tetap mewaspadai potensi perubahan kualitas udara. Lembaga pemantau kualitas udara IQAir memprakirakan indeks kualitas udara (AQI) di Kota Tangerang pada hari yang sama dapat mencapai angka 123.
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berpotensi berubah mengikuti kondisi cuaca dan lingkungan sekitar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Yudi Pradana mengingatkan warga untuk segera mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila muncul keluhan kesehatan seperti batuk, iritasi mata, atau gangguan pernapasan. Langkah ini dinilai penting sebagai antisipasi dini dampak buruk kualitas udara.
“Pantauan saat ini masih menunjukkan kondisi baik, tetapi masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan kualitas udara,” kata Yudi, Senin.
Jika keluhan kesehatan tersebut berlanjut, warga dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah juga meminta warga tidak panik, namun tetap waspada terhadap perkembangan situasi.
Pihak DLH Kota Tangerang memastikan akan terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran abu vulkanik yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
“Pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan perlu dilakukan secara berkala,” ujar Yudi. Masyarakat pun diminta mengandalkan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kualitas udara dari instansi terkait.