TANGERANG — Jajaran Pemerintah Kota Tangerang langsung tergerak setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau memasuki wilayah Jabodetabek. Wali Kota Sachrudin memimpin pembagian masker secara langsung di lapangan, menyasar para pengguna jalan yang paling rentan terpapar debu halus di tengah aktivitas luar ruangan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat untuk menjaga kesehatan warga di tengah penyebaran material vulkanik yang dibawa arah angin hingga ke Jawa Barat.
Sasaran pembagian masker kali ini difokuskan pada pengendara yang melintas di kawasan Tugu Adipura. Titik tersebut dipilih lantaran menjadi salah satu simpul lalu lintas padat di Kota Tangerang, sehingga risiko menghirup partikel abu saat berkendara dinilai lebih tinggi.
"Hari ini kita membagikan masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Ini untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat agar tetap menjaga kesehatannya," ujar Sachrudin di sela kegiatan.
Sachrudin mengimbau warga yang tetap beraktivitas di luar rumah untuk disiplin menggunakan masker. Ia juga meminta masyarakat tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan kondisi.
"Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik. Yang penting kita jaga kesehatan kita," katanya.
Menurut Sachrudin, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun krusial, terutama karena sebaran abu vulkanik kali ini terpantau cukup luas hingga ke wilayah Jawa Barat.
"Karena kita khawatir akibat abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau yang sudah menyebar ke Jabodetabek, bahkan ke Jawa Barat. Ini perlu kita antisipasi untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan masker," jelasnya.
Pembagian masker ini diharapkan mampu menekan risiko gangguan saluran pernapasan di tengah masyarakat. "Mudah-mudahan dengan langkah antisipasi ini, kita bisa mencegah gangguan kesehatan, terutama ISPA dan penyakit lainnya yang diakibatkan paparan abu vulkanik," pungkas Sachrudin.
Pihaknya memastikan jajaran perangkat daerah terkait akan terus bersiaga dan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah Kota Tangerang.