BANTEN — Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Lurah Kayubulan, Kecamatan Limboto. Program ini merupakan kolaborasi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp705 juta. Masing-masing penerima memperoleh Rp2,5 juta dalam bentuk bantuan langsung.
Penerima adalah warga yang tercatat sebagai pelaku UMKM di Kecamatan Limboto. Prioritas diberikan kepada pelaku usaha yang aktivitasnya terganggu akibat kemarau panjang yang melanda daerah tersebut.
Staf Khusus Gubernur Gorontalo Bidang UMKM, Amir Habuke, menyatakan program ini menjadi unggulan kepala daerah.
"Ini merupakan bentuk perhatian Bapak Gubernur Gorontalo yang berkolaborasi dengan Bapak Bupati Gorontalo dan juga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo. UMKM ini memang menjadi program unggulan beliau, agar ada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Amir.
Salah satu penerima, Soni Naue, mengaku bantuan ini meringankan beban usahanya di tengah kondisi cuaca yang sulit.
"Syukur Alhamdulillah ada perhatian dari Gubernur Gorontalo, apalagi di musim kemarau begini. Apalagi jumlah bantuannya itu senilai 2.500.000. Ini membantu sekali kami selaku warga," katanya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo belum merilis mekanisme pengecekan daring untuk program ini. Saat ini, data penerima disiapkan melalui koordinasi antara dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten.
Warga yang merasa memenuhi kriteria pelaku UMKM di Kecamatan Limboto dapat menghubungi kelurahan atau dinas yang membidangi koperasi dan UMKM setempat. Informasi lengkap mengenai jadwal penyaluran tahap berikutnya juga dapat diperoleh melalui kanal resmi Diskominfo Provinsi Gorontalo.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan program serupa secara berkala. Masyarakat diimbau mewaspadai oknum yang mengaku dapat mengurus bantuan dengan imbalan tertentu. Penyaluran bantuan ini dilakukan tanpa potongan.