BANTEN — ProArt P14 hadir dengan pendekatan yang berbeda dari laptop kreator kebanyakan. Alih-alih mengandalkan prosesor x86 konvensional, ASUS mengikuti rancangan referensi NVIDIA dengan RTX Spark Arm SoC. Ini adalah langkah yang berani, namun juga spekulatif—terutama karena detail konfigurasi CPU, GPU, dan performa nyata dari chip tersebut belum dijelaskan secara lengkap oleh pabrikan.
RTX Spark Arm SoC adalah bagian paling menarik dari perangkat ini. Dengan mengikuti desain referensi NVIDIA, laptop ini juga dilengkapi Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Namun, tanpa angka benchmark atau hasil uji nyata, kita belum bisa menilai apakah arsitektur ini mampu bersaing dengan laptop kreator berbasis x86 dalam hal kompatibilitas software dan performa render.
Pertanyaan besar yang belum terjawab: apakah aplikasi kreator populer sudah dioptimalkan untuk arsitektur ARM? Jika tidak, ProArt P14 berisiko menjadi perangkat yang menarik di atas kertas, tetapi bermasalah dalam alur kerja harian para kreator.
Untuk kebutuhan visual, ProArt P14 menyediakan dua opsi panel OLED beresolusi 2.880 x 1.800 dengan refresh rate 120Hz dan dukungan G-Sync. Keduanya mencakup 100% gamut warna DCI-P3 serta mendukung stylus dengan sensitivitas tekanan—spesifikasi yang sesuai untuk pekerjaan color grading dan ilustrasi digital.
Perbedaan utama ada di tingkat kecerahan. Opsi tertinggi mencapai 700 nits untuk SDR dan 1.600 nits dalam mode HDR, yang merupakan angka luar biasa untuk laptop 14 inci dan akan sangat membantu saat bekerja di luar ruangan.
Dari sisi memori, pilihan hingga 128GB LPDDR5X unified tergolong tidak biasa untuk laptop 14 inci. ASUS menyediakan konfigurasi mulai 24GB, 32GB, 48GB, 64GB hingga 128GB. Kapasitas ini menjadi nilai tambah besar untuk kreator yang bekerja dengan proyek video resolusi tinggi atau aplikasi yang haus memori.
Dengan ketebalan hanya 13,9 mm dan bobot 1,48 kg, ProArt P14 tetap membawa port yang jarang ditemukan di laptop tipis. Tersedia tiga port USB4 Gen 3 Type-C yang mendukung USB Power Delivery dan DisplayPort Alt Mode, plus USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1 FRL, jack audio 3,5 mm, dan card reader SD 4.0. Kelengkapan ini sangat relevan bagi kreator yang masih mengandalkan perangkat eksternal dan media penyimpanan fisik.
ASUS membekali laptop ini dengan baterai 90Wh dan charger USB-C 140W. Pabrikan mengklaim mampu menawarkan penggunaan seharian, tetapi belum memberikan angka estimasi daya tahan baterai secara spesifik. Dengan layar OLED 120Hz yang boros daya, klaim tersebut perlu diverifikasi lewat penggunaan nyata.
ProArt P14 adalah perangkat yang menarik secara konsep, tetapi banyak hal yang belum terjawab. Untuk saat ini, calon pembeli sebaiknya menunggu hasil pengujian langsung—terutama soal performa SoC, daya tahan baterai, dan kompatibilitas software—sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk laptop revolusioner ini.