Gubernur Banten Andra Soni melepas delegasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten yang akan bertolak ke Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam sambutannya di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa, ia berharap para delegasi membawa pulang gagasan baru untuk pengembangan pondok pesantren di Banten.
SERANG — Gubernur Banten Andra Soni melepas kontingen Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten yang akan mengikuti Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Pelepasan berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa.
Andra berharap delegasi tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga tradisi keulamaan dan semangat masyarakat Banten. "Pemprov Banten berharap keluarga besar NU terus menjadi bagian penting dalam revitalisasi nilai keagamaan. Kami juga berharap delegasi PWNU dapat membawa pulang gagasan baru untuk pengembangan pondok pesantren di Banten," ujarnya.
Gubernur mengingatkan bahwa Banten memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan NU. Salah satu momen bersejarah terjadi ketika Muktamar ke-13 NU digelar di Menes, Pandeglang, pada 1938.
Menurut Andra, partisipasi dalam muktamar kali ini menjadi momentum untuk meneruskan semangat perjuangan para ulama Banten dalam memperkuat nilai kebangsaan dan keagamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PWNU Banten KH Hafis Gunawan mengalungkan sarung muktamar kepada Andra Soni. Pemberian tersebut menjadi simbol sinergi antara ulama dan umara atau pemimpin daerah.
Sekretaris PWNU Banten Ahmad Nuri mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Banten terhadap para delegasi. Ia menegaskan NU akan terus menjadi mitra strategis pemda dalam pembangunan Banten.
"NU selalu bermitra dengan Pemprov Banten. Siapa pun yang terpilih dalam muktamar nanti, itu adalah hasil keputusan para kiai dan muktamirin. Semoga membawa faedah bagi Provinsi Banten," kata Ahmad Nuri.
Andra menilai NU telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, khususnya dalam mempertahankan tradisi keislaman moderat dan kecintaan terhadap Tanah Air. Organisasi ini juga berperan besar dalam pengembangan pendidikan dan mencetak generasi penerus bangsa.
Muktamar ke-35 NU direncanakan berlangsung selama lima hari dan dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi ajang musyawarah tertinggi organisasi sekaligus momentum konsolidasi pengurus untuk periode berikutnya.