Musim Panen Tiba, Durian Badui Mulai Banjiri Rangkasbitung, Omzet Pedagang Tembus Rp50 Juta Per Hari

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:38:01 WIB
Pedagang durian Badui melayani pembeli di tepian Jalan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, saat musim panen tiba.

LEBAK — Kemunculan durian khas suku Badui di tepian jalan Rangkasbitung menjadi penanda musim panen telah tiba. Buah yang dikenal dengan tekstur tebal dan rasa pahit-manis ini mulai dipasok dari perkebunan warga di Desa Kanekes sejak dua pekan terakhir.

Permintaan yang tinggi membuat para pedagang kewalahan melayani pembeli. Ade (60), yang berjualan di Jalan Gang Kibun, mengaku omzetnya bisa menembus Rp50 juta dalam sehari.

"Kami hari ini seperti kewalahan melayani pembeli durian yang kebanyakan dari Jakarta, sehingga bisa meraup omzet Rp50 juta," kata Ade kepada ANTARA, Minggu.

Harga Durian Badui Mulai Rp50 Ribu per Butir

Durian Badui dijual dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan kualitasnya. Di sejumlah titik penjualan, harga satu butir durian dipatok mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Pedagang lain, Aming (45), menyebutkan ia menerima pasokan hingga ribuan butir durian dari petani Badui dengan modal sekitar Rp25 juta. Dari modal tersebut, ia bisa meraup keuntungan bersih hingga Rp10 juta sampai duriannya habis terjual.

"Kami menghasilkan pendapatan itu hanya pada musim panen durian khas Badui saja, sedangkan jika tidak musim durian berjualan pisang dan kelapa," ujar Aming yang berjualan di Jalan Hardiwinangun.

Lokasi Strategis: dari Pusat Kota hingga Jalan Menuju Kampung Badui

Durian Badui tidak hanya dijajakan di pusat keramaian Rangkasbitung. Para pedagang juga memanfaatkan titik-titik strategis seperti Jalan Multatuli, Jalan Sunan Kalijaga, dan kawasan selatan Stasiun Rangkasbitung.

Selain itu, durian khas ini juga mulai dijual di jalur menuju kawasan Badui, tepatnya di ruas Jalan Aweh-Cimarga-Leuwidamar serta Gunungkencana. Hal ini memudahkan wisatawan yang hendak berkunjung ke Kampung Badui untuk membeli oleh-oleh.

Perputaran Uang Ditaksir Capai Miliaran Rupiah

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyebut durian Badui merupakan sumber pendapatan utama masyarakat Badui. Rantai ekonominya melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, penampung, pedagang pengecer, hingga buruh pemetik dan buruh panggul.

"Kami meyakini perputaran uang dari durian ini bisa mencapai miliaran rupiah per musim panen," kata Rahmat.

Pemerintah daerah pun mendorong masyarakat Badui untuk meningkatkan kualitas buah dan memperluas area perkebunan durian. Langkah ini dinilai penting untuk menambah produksi serta pendapatan warga Kanekes.

Sekretaris Desa Kanekes, Medi, membenarkan bahwa sejak dua pekan terakhir masyarakat Badui tengah memanen durian dan mengirimnya ke luar daerah. Ia menyebut komoditas ini menjadi penopang ekonomi warga setempat.

"Ekonomi kami terbantu dengan panen durian ini," ucap Medi.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top