BANTEN — Kabar perombakan besar datang dari studio pengembang asal Rusia, Battlestate Games. Jean Tyulegenov, sosok di balik inovasi gameplay Escape from Tarkov, mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun X pribadinya. Kepergiannya terjadi hanya beberapa bulan setelah game tersebut resmi meluncurkan versi 1.0 pada November 2025 lalu.
Dalam pernyataannya, Tyulegenov menegaskan bahwa tugasnya di Battlestate Games telah usai. Ia merasa pekerjaannya tuntas tepat saat Escape from Tarkov mencapai versi final 1.0, sebuah pencapaian yang dinantikan komunitas sejak game tersebut memasuki masa closed beta bertahun-tahun lalu.
Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat Tyulegenov adalah salah satu figur kunci dalam pengembangan mekanik extraction shooter yang kini populer dan banyak ditiru. Ia bertanggung jawab langsung atas berbagai sistem inovasi yang membuat Tarkov dikenal sebagai salah satu game paling menantang di genre-nya, meski perannya tidak seaktif Nikita Buyanov yang kini menjabat sebagai Game Director dan Head of Studio untuk game baru COR3.
Tyulegenov tidak lama menganggur. Ia langsung diumumkan sebagai Creative Director di Nomion Games, studio baru yang didirikan di bawah naungan Dmitry Ogorodnikov. Keduanya bukan wajah asing—Ogorodnikov sebelumnya menjabat sebagai Head of PR di Battlestate Games sebelum memutuskan untuk mendirikan studio sendiri.
Proyek pertama mereka bertajuk Rush is Real. Game ini diklaim akan membawa mekanik gameplay yang benar-benar baru dan belum pernah ada di game mana pun sebelumnya. Fondasinya tetap dibangun di atas sistem shooter dan progression karakter, namun dengan sentuhan yang dijanjikan akan berbeda dari formula yang ada di pasaran saat ini.
Promosi awal untuk Rush is Real sudah mulai terlihat di berbagai platform media sosial, menandakan bahwa proyek ini tengah memasuki tahap pengenalan publik meski detail gameplay masih disimpan rapat.
Kehilangan seorang Lead Game Designer tentu meninggalkan celah di tim inti Battlestate Games. Namun, momen kepergian Tyulegenov justru terjadi di waktu yang tepat bagi para pemain. Dengan rilisnya versi 1.0, fondasi utama game sudah terkunci dan tim pengembang kini lebih fokus pada penambahan konten, event musiman, serta keseimbangan senjata dan ekonomi dalam game.
Pertanyaan besar yang kini menggantung di benak komunitas adalah bagaimana arah pengembangan Tarkov ke depan tanpa sosok Tyulegenov. Siapa yang akan menggantikan posisinya dan apakah visi desain game akan berubah masih menjadi misteri. Yang jelas, para pemain setia Tarkov—termasuk yang ada di Indonesia—akan mengawasi langkah selanjutnya dari Battlestate Games, sambil menunggu apakah Rush is Real benar-benar bisa menghadirkan gebrakan baru di industri.