TANGERANG — Persita Tangerang membawa misi besar dalam pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta yang berlangsung selama 14 hari. Selain mengasah fisik dan taktik, agenda yang dimulai sejak 3 Agustus ini menjadi momen krusial bagi para rekrutan anyar untuk menyatu dengan skuat inti, termasuk Alexandre Ramalingom yang baru bergabung di lini depan.
TC di Kota Gudeg itu tidak sekadar rutinitas. Manajemen tim menjadwalkan sejumlah laga uji coba melawan sesama kontestan Super League untuk mengukur kesiapan tim sebelum musim resmi bergulir.
Bagi Ramalingom, TC ini adalah pintu masuk untuk memahami budaya sepak bola Indonesia. Pemain kelahiran Prancis berusia 33 tahun itu mengaku tidak memasang target muluk di awal kedatangannya, melainkan fokus pada proses adaptasi.
“Kesan saya sangat positif, suasana di dalam tim menyenangkan dan semua orang di klub selalu siap membantu,” ujar Alexandre Ramalingom dikutip dari laman resmi tim.
“Sebelum datang ke sini, saya tidak memasang ekspektasi khusus. Saya hanya ingin mengenal budaya, negara dan liga yang baru. Dan saya menyukai apa yang saya lihat sejauh ini,” lanjutnya.
Adaptasi tidak hanya soal bahasa, tetapi juga filosofi permainan. Ramalingom menyebut arahan detail dari Carlos Pena dan jajaran staf pelatih sangat membantunya memahami apa yang diinginkan tim di lapangan.
“Terkait pengembangan diri, menurut saya seluruh staf berupaya membantu pemain agar terus berkembang setiap minggunya dan siap menghadapi kompetisi liga,” kata Ramlingom.
“Hubungan saya dengan pelatih dan staf berjalan baik dan profesional. Kami memiliki visi kerja yang sejalan. Begitu juga komunikasi dengan rekan setim juga sangat baik, kami sudah seperti keluarga dan akan terus bekerja sama dengan semangat ini,” tambahnya.
Meski berposisi sebagai striker, Ramalingom memilih untuk tidak membebani dirinya dengan angka individu. Ia menegaskan kontribusi untuk kemenangan kolektif adalah prioritas utamanya musim ini.
“Saya tidak menetapkan target jumlah gol tertentu. Namun, saya akan berusaha mencetak gol sebanyak mungkin demi membantu tim meraih kemenangan dan terus melangkah maju,” paparnya.
Selain Ramalingom, skuat Pendekar Cisadane juga diperkuat tiga wajah baru lain di awal musim ini. Mereka adalah gelandang asal Brasil, Luquinhas, serta dua pemain tengah lokal, Wahyudi Hamisi dan Sutanto Tan. Keempatnya diharapkan menjadi kekuatan tambahan untuk bersaing di papan atas klasemen musim depan.