Wali Kota Tangerang Sachrudin Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Terima 16 Unit Motor Pemadam dan 440 APAR

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:59:31 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin memimpin apel kesiapsiagaan bencana di Mako BPBD, Selasa (4/8/2026).

TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang menyerahkan puluhan unit kendaraan operasional dan perlengkapan siaga bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam sebuah apel di Mako BPBD, Selasa (4/8/2026). Penyerahan ini mencakup 16 unit motor pemadam kebakaran dan penyelamatan, 440 unit APAR, serta perlengkapan untuk 20 kelurahan.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin memimpin langsung apel tersebut. Ia meminta seluruh personel BPBD dan anggota Kelurahan Tangguh Bencana tidak hanya mengandalkan peralatan baru, tetapi juga terus mengasah kemampuan teknis di lapangan.

“Saya meminta seluruh personel terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan melalui latihan maupun simulasi secara rutin. Dengan begitu, petugas BPBD maupun anggota Kelurahan Tangguh Bencana benar-benar siap menghadapi berbagai situasi di lapangan,” ujarnya di hadapan para camat dan lurah.

Dukungan Armada untuk Percepatan Respons Darurat

Penambahan armada roda dua dinilai strategis untuk menjangkau lokasi kebakaran di permukiman padat penduduk yang kerap sulit diakses mobil pemadam berukuran besar. Kecepatan mobilisasi menjadi kunci dalam menekan meluasnya api sebelum pasukan utama tiba.

Sachrudin mengingatkan agar seluruh fasilitas yang diserahkan dirawat secara berkala. “Armada dan peralatan ini merupakan investasi pemerintah untuk melindungi masyarakat. Saya berharap seluruh fasilitas selalu dalam kondisi prima sehingga dapat dioperasikan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Membangun Budaya Siaga dari Tingkat RT/RW

Di luar penguatan alat, Sachrudin menyoroti pentingnya peran warga dalam mitigasi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti di tingkat kelurahan, melainkan harus menyentuh lingkungan terkecil seperti RT dan RW.

“Bencana dapat terjadi kapan saja, baik banjir, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya. Semakin tinggi kesadaran masyarakat, semakin besar kemampuan kita dalam mengurangi risiko dan meminimalkan dampak bencana,” katanya.

Pemkot Tangerang selama ini menggencarkan program Kelurahan Tangguh Bencana sebagai ujung tombak mitigasi berbasis komunitas. Perlengkapan yang diberikan kepada 20 kelurahan diharapkan memperkuat kemampuan warga dalam melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan tiba.

Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Penanganan

Sachrudin menegaskan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia meminta para camat dan lurah aktif melakukan sosialisasi serta edukasi kebencanaan di wilayah masing-masing.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam membangun sistem mitigasi yang lebih responsif, mulai dari tingkat kota hingga lingkungan masyarakat. Dengan dukungan sarana yang semakin lengkap, BPBD Kota Tangerang diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik saat keadaan darurat terjadi.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: vivabanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top