BANTEN — Kementerian ESDM melakukan perombakan besar-besaran di jajaran eselon satu dan dua. Selain Lana Saria, Bahlil juga melantik Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, serta Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS. Mawardi Nur turut dilantik menduduki kursi Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Pelantikan yang berlangsung tertutup ini dihadiri para pejabat tinggi madya dan pratama. Lana Saria sendiri bukan nama asing di institusi tersebut. Kariernya di Kementerian ESDM panjang, dan pengalamannya menangani isu ekonomi sumber daya alam dinilai mumpuni untuk memimpin Badan Geologi.
Badan Geologi memiliki peran krusial dalam pemetaan potensi sumber daya mineral dan energi. Di bawah kepemimpinan Lana, institusi ini diharapkan bisa memperkuat data geologi untuk mendukung program hilirisasi dan ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Tirta Nugraha Mursitama datang dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Sebelumnya ia menjabat Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan Penanaman Modal. Pengalamannya di sektor investasi diharapkan mampu menjembatani hubungan kelembagaan ESDM dengan para pemangku kepentingan, termasuk investor asing yang masuk ke sektor energi.
Di lini hilir, Muhammad Ikhsan Kiat mendapat amanah baru sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS. Lembaga ini menjadi garda depan dalam pengujian mutu produk BBM dan LPG yang beredar di masyarakat. Penunjukan Ikhsan terjadi di tengah meningkatnya pengawasan kualitas bahan bakar pasca merebaknya isu oplosan.
Posisi Mawardi Nur di BPMA juga tak kalah strategis. Aceh memiliki kekhususan pengelolaan migas, dan BPMA adalah otoritas yang mengawasi kontraktor kontrak kerja sama di wilayah tersebut. Mawardi dihadapkan pada tugas menjaga iklim investasi hulu migas Aceh tetap menarik di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Rotasi pejabat ini merupakan hal lumrah dalam birokrasi untuk menyegarkan kinerja. Namun, momentumnya menarik karena terjadi tepat ketika pemerintah tengah fokus mengejar target produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 miliar kaki kubik per hari. Para pejabat baru ini akan langsung tancap gas menjalankan program prioritas yang sudah dicanangkan.
Dengan komposisi pejabat yang baru, Kementerian ESDM optimistis target-target besar di sektor energi bisa tercapai. Apalagi, koordinasi antarlembaga kini dinilai lebih solid dengan hadirnya Tirta yang paham betul cara menarik investasi. Semua mata kini tertuju pada kinerja mereka dalam beberapa bulan ke depan.