BANTEN — Kabar ini bukan berasal dari rilis resmi Ford, melainkan dari dokumen panduan pemesanan (order guide) dealer yang bocor ke publik pekan lalu. Dokumen tersebut diunggah di forum F150Gen14 dan langsung memicu perbincangan hangat. Pasalnya, dokumen itu memuat sejumlah perubahan signifikan pada komposisi mesin untuk tahun model 2027.
Perubahan paling mendasar terletak pada mesin standar. Ford memensiunkan 2.7L EcoBoost yang selama ini dikenal sebagai pilihan entry-level. Posisinya digantikan oleh 3.0L EcoBoost yang tenaganya jauh lebih besar.
Ford tidak mencantumkan angka output spesifik di dokumen order guide tersebut. Namun, jika merujuk pada aplikasi mesin yang sama di lini kendaraan Ford lainnya, unit ini mampu menghasilkan tenaga antara 400 hingga 418 hp dan torsi mencapai 440 lb-ft. Sebagai perbandingan, 2.7L EcoBoost lama hanya memproduksi 325 hp dan torsi 400 lb-ft.
Mesin anyar ini rencananya menjadi opsi standar untuk model F-150 dengan trim XL, STX, XLT, dan Lariat tertentu. Langkah ini terbilang berani karena menaikkan standar performa dasar untuk kelas half-ton.
Kabar lain yang tak kalah menarik adalah kembalinya V8 5.0L Coyote ke jajaran trim tertinggi. Sebelumnya, pembeli King Ranch dan Platinum hanya bisa memilih mesin 3.5L EcoBoost atau varian hybrid PowerBoost. Kini, opsi V8 naturally aspirated kembali tersedia untuk dua trim tersebut.
Dengan keputusan ini, konsumen bisa mendapatkan V8 di semua level trim F-150. Meski begitu, angka tenaganya tetap di bawah mesin twin-turbo, yaitu sekitar 400 hp dan torsi 410 lb-ft.
Keputusan Ford ini tak bisa dilepaskan dari dinamika pasar truk pikap di Amerika Serikat. Ram baru saja menghidupkan kembali mesin Hemi, sementara General Motors justru menggandakan investasinya pada mesin V8. Langkah Ford untuk memperluas ketersediaan V8 ini bisa dibaca sebagai respons langsung terhadap tekanan kompetitor yang mulai kembali ke mesin konvensional.
Namun, bukan berarti Ford meninggalkan mesin turbocharged. Kehadiran 3.0L EcoBoost di lini bawah justru menunjukkan bahwa strategi elektrifikasi dan efisiensi tetap berjalan.
Perlu dicatat, F-150 bukanlah truk pikap yang dijual resmi di Indonesia. Namun, perubahan strategi ini tetap relevan untuk diamati karena kerap menjadi acuan tren mesin untuk kendaraan komersial dan pikap di pasar global, yang beberapa di antaranya turut memengaruhi model yang masuk ke Asia Tenggara.