TANGERANG — Ratusan pelajar dan pemuda yang tergabung dalam Dialog Kepemudaan 2026 tidak sekadar datang untuk berdiskusi. Aspirasi mereka diklaim bakal menjadi bahan kajian bagi pemerintah dalam menyusun program kepemudaan ke depan.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan bahwa hasil dialog merupakan masukan berharga bagi instansinya. "Hasil dialog ini tentu akan menjadi kajian bagi kami. Inilah upaya kita membuat forum agar anak-anak muda bisa menyampaikan pendapat, pikiran, serta ide gagasannya yang sangat bermanfaat," ujarnya di Tangerang, Sabtu.
Mengusung tema "Pemuda Menjawab Tantangan Zaman: Anak Muda Bisa Apa?", kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan peran generasi penerus dalam pembangunan daerah. Para peserta diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor perubahan di lingkungannya.
Kaonang menambahkan, forum ini menjadi wadah bagi pemuda untuk menyuarakan pandangan mereka terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperluas wawasan peserta terhadap isu-isu terkini sekaligus mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi Kota Tangerang.
Dialog ini bukan acara seremonial belaka. Ketua Pelaksana Dialog Kepemudaan 2026, Fatta Muhammad Fauzan, menjelaskan bahwa peserta mengikuti serangkaian agenda, mulai dari bincang wicara bersama narasumber inspiratif, dialog interaktif, hingga sesi penyampaian aspirasi yang akan ditindaklanjuti.
"Kami melihat banyak tantangan yang dihadapi anak muda. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang agar mereka memiliki pandangan dan arah yang lebih jelas ke depan, bahwa sebagai pemuda kita bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain," kata Fatta.
Fatta memastikan bahwa setiap hasil diskusi tidak akan berakhir di meja rapat. Ide-ide yang muncul akan dihimpun melalui formulir evaluasi yang nantinya menjadi bahan penyusunan program kepemudaan berikutnya. Dengan begitu, ada kesinambungan antara suara anak muda dan kebijakan pemerintah kota.
Selain itu, seluruh delegasi diharapkan pulang sebagai agen perubahan. Mereka diminta untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada teman-teman di sekolah masing-masing.
Selama ini, Dispora Kota Tangerang telah menjalankan sejumlah program pemuda, seperti pelatihan peningkatan keterampilan usaha, kompetisi olahraga, hingga forum-forum pemuda lainnya. Dialog Kepemudaan 2026 diharapkan menjadi penyempurna dari program-program tersebut.
"Melalui Dialog Kepemudaan 2026, Pemerintah Kota Tangerang bersama Duta Pemuda berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengenali potensi dirinya, memiliki karakter yang kuat, sadar hukum, serta siap mengambil peran aktif dalam membangun Kota Tangerang," ujar Fatta menegaskan target jangka panjang dari kolaborasi ini.