SERANG — Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Komandan Kodim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto. Ia meminta publik tidak menilai lokasi pembangunan koperasi tersebut dengan ukuran bisnis ritel konvensional.
Menurut Oke, KDMP dirancang bukan sekadar tempat menjual kebutuhan pokok. Keberadaannya justru menjadi simpul ekonomi yang lebih kompleks bagi masyarakat desa.
"Jangan melihat KDMP hanya seperti minimarket yang bergantung kepada banyaknya orang atau kendaraan yang melintas," ujar Oke melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (31/7/2026).
Oke menjelaskan, penentuan strategis atau tidaknya sebuah titik untuk pembangunan KDMP tidak cukup diukur dari tingkat keramaian kendaraan. Ada sejumlah parameter lain yang justru lebih menentukan keberhasilan koperasi ke depan.
"Fungsinya jauh lebih luas, termasuk sebagai simpul rantai pasok, pergudangan, distribusi, dan penguatan ekonomi desa," kata Oke.
Oke menegaskan bahwa jajaran TNI, mulai dari Kodim, Koramil, hingga Babinsa, tidak pernah menentukan titik pembangunan secara sepihak. Kehadiran aparat teritorial hanya untuk mendukung dan memfasilitasi jalannya program sesuai kewenangan masing-masing.
Pernyataan itu sekaligus menjawab asumsi publik yang menilai militer memaksakan lokasi pembangunan di area dekat kubangan belerang. Oke memastikan prosesnya berjalan sesuai prosedur perencanaan pembangunan desa.
Kepala Desa Cimaung Sunardi membenarkan bahwa penyediaan lahan untuk KDMP telah melewati tahapan musyawarah resmi. Keputusan tersebut, kata dia, merupakan hasil kesepakatan bersama warga, bukan keputusan mendadak dari pihak mana pun.
"Lokasi ini bukan ditentukan secara tiba-tiba. Sudah ada proses pembahasan dan persetujuan melalui Musrenbang Desa. Karena itu, keputusan tersebut merupakan hasil proses bersama di tingkat desa," tegas Sunardi.
Sunardi membantah jika pondasi bangunan KDMP berdiri di atas lumpur belerang. Namun, ia tidak menampik bahwa bangunan tersebut berada tidak jauh dari kubangan yang mengeluarkan bau menyengat seperti belerang.
Ia berharap klarifikasi ini menghentikan spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan KDMP justru diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menampung hasil pertanian dan produk UMKM warga Cimaung serta desa-desa penyangga di sekitarnya.