TANGERANG SELATAN — Kesibukan bekerja, urusan keluarga, dan kegiatan sosial kerap membuat warga kesulitan membagi waktu. Untuk mengatasi hal itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) digelar secara interaktif dan partisipatif di Jalan Benda Barat XI Kavling Batan, Pondok Benda.
Pelatihan ini tidak sekadar penyuluhan. Peserta diajak berdiskusi soal kendala mengatur waktu sehari-hari. Setelah itu, mereka langsung mempraktikkan cara menyusun daftar aktivitas, menentukan prioritas, dan membuat jadwal terencana.
“Manajemen waktu membantu seseorang menentukan prioritas, menyusun jadwal, mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan, serta meningkatkan kedisiplinan,” demikian salah satu poin materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut.
Hasil observasi setelah kegiatan menunjukkan perubahan nyata. Kebiasaan menunda pekerjaan mulai berkurang. Partisipasi warga dalam menyusun rencana aktivitas harian pun meningkat.
Metode interaktif dan praktik langsung menjadi kunci keberhasilan. Peserta kini mampu menyusun skala prioritas dan membuat jadwal secara lebih terarah. Dampaknya, fokus dan kedisiplinan dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari meningkat.
Ke depan, pelatihan serupa diharapkan bisa digelar secara berkelanjutan dengan jangkauan lebih luas. Kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pemberdayaan warga.
Dengan pengelolaan waktu yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tuntutan kehidupan modern yang semakin kompleks. Kegiatan ini menjadi strategi membangun sumber daya manusia yang mandiri dan produktif di era digital.