BANTEN — Laporan harga BBM Pertamina pada Selasa (28/7/2026) menunjukkan dampak langsung dari kebijakan penurunan harga yang berlaku sejak awal bulan. Berdasarkan data di laman MyPertamina, penurunan harga mencakup Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamax Green 95 tetap stabil.
Pertamina Dex menjadi produk dengan penurunan harga paling signifikan. Di wilayah dengan PBBKB lima persen seperti DKI Jakarta, harga Pertamina Dex kini Rp 21.150 per liter, turun Rp 3.650 dari sebelumnya Rp 24.800 per liter.
Dexlite juga mengalami koreksi harga cukup dalam, dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter. Artinya, pengguna solar nonsubsidi di Jakarta dan sekitarnya menghemat Rp 3.300 per liter untuk Dexlite dan Rp 3.650 per liter untuk Pertamina Dex.
Bensin oktan tinggi Pertamax Turbo turun Rp 1.450 per liter menjadi Rp 19.300 per liter untuk provinsi dengan PBBKB lima persen. Penurunan ini berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Sementara itu, Pertamax tetap di angka Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 stagnan di Rp 17.000 per liter untuk wilayah yang sama.
Harga BBM nonsubsidi bervariasi antardaerah karena komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda. Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat harga tertinggi untuk Pertamax Turbo di angka Rp 20.150 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp 22.100 per liter.
Sebaliknya, harga termurah justru ditemukan di FTZ Sabang dan FTZ Batam. Pertamax di Sabang hanya Rp 15.250 per liter, dan Pertamax Turbo di Batam dibanderol Rp 18.350 per liter — selisih Rp 950 lebih murah dibanding harga di Jawa.
Pertalite dan Biosolar sebagai BBM subsidi tetap pada level yang sama di seluruh Indonesia: Rp 10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp 6.800 per liter untuk Biosolar. Tidak ada perubahan harga untuk kedua produk ini sejak awal tahun.
Untuk wilayah Papua, harga Pertamax dan Dexlite tercatat seragam di Rp 16.650 per liter dan Rp 20.150 per liter, tanpa varian Pertamax Turbo dan Pertamina Dex di beberapa provinsi seperti Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.