BANTEN — Berdasarkan data pasar Moladin per awal 2026, harga Honda Jazz bekas di Jabodetabek bervariasi mulai dari Rp95 juta untuk generasi GE8 tahun 2009 hingga Rp195 juta untuk GK5 RS CVT tahun 2021. Kondisi unit, jarak tempuh, dan kelengkapan dokumen jadi penentu utama selisih harga antar varian.
Faktor lain yang mempengaruhi harga antara lain riwayat servis di bengkel resmi, riwayat kecelakaan, dan orisinalitas cat bodi. Unit dengan aksesori aftermarket ringan biasanya tidak banyak mempengaruhi nilai jual asal tidak mengubah struktur kendaraan.
Mesin 1.5 liter i-VTEC pada Jazz GK5 menghasilkan 120 PS dan 145 Nm, cukup untuk kebutuhan harian dan perjalanan luar kota. Konsumsi bahan bakarnya masih tergolong irit, terutama dengan transmisi CVT Earth Dreams. Fitur Ultra Seat juga menjadi daya tarik utama—jok belakang bisa dilipat ke berbagai posisi, cocok untuk membawa barang besar seperti sepeda lipat atau koper.
Desain eksterior Jazz generasi terakhir (GK5) masih terlihat sportif, apalagi varian RS yang dibekali lampu LED dan velg 16 inci. Banyak pemilik juga melakukan modifikasi ringan seperti pelek aftermarket atau body kit, yang justru membuat tampilannya makin segar.
Ground clearance Honda Jazz hanya sekitar 150 mm, jadi harus ekstra hati-hati saat melewati polisi tidur tinggi atau jalan berlubang. Suspensinya juga cenderung firm—stabil di kecepatan tinggi tapi terasa keras saat melintasi jalan bergelombang.
Pada unit berusia di atas 10 tahun, keluhan bearing roda belakang dan komponen kaki-kaki lain cukup umum terjadi. Suara ban dan angin juga mulai terdengar jelas di kecepatan di atas 80 km/jam. Ini wajar untuk hatchback sekelasnya, tapi patut jadi pertimbangan jika Anda mengutamakan kenyamanan senyap.
Sebelum memutuskan membeli, lakukan test drive di berbagai kecepatan untuk merasakan getaran atau bunyi asing. Periksa juga riwayat servis berkala—mobil dengan catatan penggantian oli dan filter rutan biasanya lebih terawat. Jasa inspeksi profesional seperti MoInspeksi dari Moladin bisa membantu memeriksa kondisi mesin, kelistrikan, dan riwayat dokumen secara menyeluruh.
Pastikan nomor rangka dan mesin sesuai dengan STNK dan BPKB agar proses balik nama tidak bermasalah. Jika menemukan unit dengan jarak tempuh rendah tapi harga jauh di bawah pasar, waspadai kemungkinan pemutaran odometer.