TANGERANG SELATAN — Sebanyak 61 perajin dan pelaku ekonomi kreatif binaan Dekranasda Kota Tangerang Selatan memadati kawasan Lobi Pintu Selatan Mall Bintaro Jaya Xchange. Mereka mengikuti Pekan Dekranasda yang berlangsung sejak Jumat (24/7) hingga Sabtu. Puluhan stan disediakan untuk menampilkan produk kerajinan dari berbagai kecamatan.
Dekranasda Kota Tangsel menyiapkan sepuluh stan dalam kegiatan ini. Tujuh di antaranya khusus untuk masing-masing kecamatan, satu stan untuk kolaborasi pelaku ekonomi kreatif, satu stan Dharma Wanita Persatuan, dan satu stan Tim Penggerak PKK Kota Tangsel. Ketua Dekranasda Kota Tangsel Truetami Ajeng Pilar Saga menyebutkan peserta terdiri dari perajin dan pelaku ekonomi kreatif yang telah dibina oleh Dekranasda setempat.
Tinawati Andra Soni, Ketua Dekranasda Provinsi Banten, mengatakan produk kerajinan Banten harus mampu mengikuti selera pasar. Ia mendorong pemanfaatan teknologi digital, penguatan kualitas, desain, dan kemasan, namun tetap mempertahankan nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas. "Pekan Dekranasda ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga unjuk kreativitas dalam berkarya," ujarnya.
Tinawati berharap kegiatan ini memperluas jejaring pemasaran, membuka peluang kerja sama, dan melahirkan perajin-perajin muda yang kreatif serta inovatif. Targetnya, produk Banten bisa menembus pasar nasional, bahkan internasional.
Truetami Ajeng Pilar Saga menjelaskan bahwa Pekan Dekranasda bertujuan membina, mengembangkan, dan melestarikan kerajinan berbasis kearifan lokal. Selain itu, acara ini diharapkan meningkatkan daya saing produk kerajinan, mendorong tumbuhnya wirausaha baru, serta memfasilitasi pelatihan, pendampingan, dan promosi. "Semoga kegiatan ini mendorong kemajuan industri kreatif dan kerajinan Kota Tangerang Selatan," ungkapnya.
Pekan Dekranasda juga memperkuat peran Dekranasda sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi kreatif. Dengan kolaborasi lintas kecamatan dan organisasi, diharapkan UMKM lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di era digital.