Sembilan Narapidana Rutan Serang Dapat Pembebasan Bersyarat, Salah Satunya Bekali Diri dengan Keterampilan Tata Boga

Penulis: Pandu Wibisono  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:25:32 WIB

SERANG — Sembilan narapidana Rutan Kelas IIB Serang resmi menghirup udara bebas setelah menjalani Program Pembebasan Bersyarat. Di antara mereka, S menjadi kisah perubahan yang menonjol. Selama menjalani masa hukuman, pria itu aktif mengikuti pembinaan kemandirian di bidang tata boga, setiap hari membantu petugas dapur menyiapkan makanan untuk seluruh warga binaan.

“Saya merasa senang karena masih bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Melalui kegiatan memasak ini, saya belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai setiap proses. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga ketika saya kembali ke tengah masyarakat,” ungkap S.

Bekal Keterampilan dari Dapur Rutan

Program pembinaan yang diikuti S tak sekadar mengisi waktu. Ia terlibat dari tahap menyiapkan bahan, memasak, hingga memastikan hidangan siap saji. Dapur, baginya, bukan hanya tempat mengolah makanan — ia menjadi ruang belajar kedisiplinan, kerja sama tim, dan keikhlasan melayani sesama.

Proses itu berlangsung setiap hari selama masa pidana. Keterampilan yang diraih kini ia anggap sebagai modal utama untuk kembali hidup mandiri. S mengaku bersyukur karena masih diberi kesempatan melakukan hal bermanfaat selama menjalani pembinaan.

Harapan Baru Setelah Bebas

Setelah memperoleh hak integrasi, S tak ingin kembali ke masa lalu. “Alhamdulillah hari ini saya bebas, tanpa adanya rasa menyesal, melain bersemangat karena telah membuka lembaran baru. Sangat banyak pembelajaran baik yang telah saya dapatkan di sini. Saya juga berterima kasih kepada bapak-bapak petugas yang telah membimbing saya dan membantu proses pengurusan Pembebasan Bersyarat tanpa adanya biaya sepeser pun,” ucapnya sembari menahan tetesan air mata.

Ia bertekad menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di Rutan Serang sebagai bekal bekerja secara jujur, mandiri, serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Proses pemasyarakatan, menurutnya, bukan hanya tentang hukuman — melainkan membekali warga binaan dengan keterampilan nyata untuk hidup setelahnya.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: persepsi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top