TANGERANG SELATAN — Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memerintahkan pembangunan cerobong pembuangan gas metana di setiap landfill di kota tersebut. Langkah ini merupakan antisipasi terhadap potensi kebakaran di TPA Cipeucang, sebagaimana rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Saya sudah mintakan untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana, sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar," kata Benyamin di Tangerang, Rabu.
Selain pengelolaan gas metana, Pemkot Tangsel juga tengah memproses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini masih dalam tahap pengadaan lahan seluas sekitar 2,4 hektare dan telah memasuki sosialisasi kepada masyarakat. Penetapan lokasi telah diterbitkan oleh KLH.
Pemkot Tangsel mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca selama musim kemarau. Koordinasi juga dilakukan bersama pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang memengaruhi ketersediaan sumber air di wilayah Tangerang Selatan.
Beberapa waktu lalu, sebanyak 147 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, terdampak kekeringan akibat penurunan ketersediaan air bersih. Warga yang tersebar di enam RT itu kini mengandalkan pasokan air dari pemerintah.
Pemkot Tangsel telah mendistribusikan sekitar 50.000 liter air bersih kepada warga terdampak. "Kami sudah distribusikan kurang lebih 50.000 liter air bersih sampai kemarin (Selasa 21/7)," ujar Wali Kota Benyamin.
Untuk penanganan jangka menengah, Pemkot Tangsel akan membangun sumur air dalam yang dilengkapi toren berkapasitas besar. Pola ini telah diterapkan di kawasan Perumahan Pesona Serpong. "Solusi jangka menengahnya, kami akan membangun sumur air dalam dengan toren yang besar seperti yang kita bangun di Perumahan Pesona Serpong," kata Benyamin.