7 Siswa Baru di SDN Keramat Serang Harus Belajar Gabung Kelas II, Sekolah Dikelilingi Kawasan Industri

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 12:23:31 WIB
Tujuh siswa baru di SDN Keramat, Serang, mengikuti kelas gabungan dengan delapan siswa kelas II karena minimnya jumlah murid.

SERANG — Tujuh siswa baru di SD Negeri Keramat, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan sistem kelas gabungan. Mereka duduk satu ruangan bersama delapan siswa kelas II karena jumlah murid yang sangat minim.

Kepala SDN Keramat, Aan Hernawati, mengatakan setiap kelas gabungan hanya diajar oleh satu guru. "Pembelajaran digabung, jadi satu papan tulis dibagi dua," kata Aan kepada detikcom, Selasa (21/7/2026).

Lokasi Sekolah Dikelilingi Pabrik, Jauh dari Rumah Warga

Sekolah ini berada di tengah kawasan industri Cikande, jauh dari pemukiman penduduk. Akibatnya, SDN Keramat hanya menampung siswa dari dua kampung, yaitu Kampung Keramat dan Kampung Kalong, yang mencakup dua RT.

Saat ini total murid dari kelas I hingga kelas VI hanya 74 orang. Jumlah terbanyak ada di kelas III, yaitu 17 siswa. Padahal, satu ruang kelas mampu menampung hingga 28 siswa sesuai ketentuan.

Fasilitas Sekolah Justru Baru dan Memadai

Meski sepi peminat, fasilitas di SDN Keramat tergolong baik. Sekolah baru saja mendapat bantuan meja-kursi baru serta laptop untuk siswa dari pemerintah. "Kalau fasilitas baik, kami mendapat bantuan dari pemerintah," ujar Aan.

Bangunan sekolah juga masih dalam kondisi layak. Namun, lokasi yang tidak strategis membuat orang tua enggan mendaftarkan anaknya ke sini.

Bersaing dengan MI Swasta yang Lebih Dekat

Aan menyebutkan SDN Keramat juga harus bersaing dengan madrasah ibtidaiyah (MI) swasta yang lokasinya lebih dekat dengan permukiman warga. "Karena mungkin lokasinya lebih dekat dari permukiman. Jadi yang tak diterima di SD negeri, mereka memilih ke sana," katanya.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah daerah. Jika ada sekolah lain yang kelebihan kuota, pendaftar yang tidak tertampung bisa dialihkan ke SDN Keramat. "Harapannya, misal ketika rombel dari SD lain sudah terpenuhi sesuai SK, siswa yang tidak diterima bisa diarahkan ke sekolah kita," ungkap Aan.

Keterbatasan tenaga pengajar juga menjadi kendala. Saat ini hanya ada tiga guru dan satu kepala sekolah yang mengelola seluruh kegiatan belajar mengajar di SDN Keramat.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top