LEBAK — Ratusan hektare sawah di Sumurbandung, Kabupaten Lebak, kini mendapat pasokan air berkat kerja bakti para petani yang tergabung dalam P3A Sanding Bersatu. Mereka membangun saluran irigasi dengan spesifikasi panjang 600 meter, lebar 30 sentimeter, dan tinggi 60 sentimeter.
Pengawas BBWS C3 Provinsi Banten, Parid, menyebut kualitas pengerjaan irigasi tersebut sesuai standar teknis. "Kita mengapresiasi pekerjaan irigasi yang dilakukan P3A Sanding Bersatu memiliki standar dan kualitas," ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu.
Menurut Parid, saluran irigasi yang dibangun secara swadaya oleh kelompok tani ini bukan sekadar infrastruktur. Ia meyakini proyek ini akan mendongkrak produksi pangan dan produktivitas lahan sawah di wilayah tersebut. "Kami meyakini pembangunan irigasi itu dapat mendongkrak produksi dan produktivitas pangan dan peningkatan kesejahteraan petani," katanya.
Pekerjaan irigasi ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Program P3-TGAI tidak hanya bertujuan memperbaiki tata kelola air, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat.
Parid menambahkan, proyek ini menyerap tenaga kerja lokal dan memasok material dari daerah sekitar. Hal ini diharapkan mampu menggulirkan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. "Kami mengawasi ini agar pekerjaan irigasi sesuai spesifikasi teknis yang berkualitas dan manfaatnya bagi petani," jelasnya.
Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP) Eli Sahroni turut mengawal pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Ia menyebut total ada 111 titik pekerjaan irigasi yang tersebar di dua kabupaten tersebut.
Eli menilai pekerjaan irigasi yang dilakukan P3A Sanding Bersatu layak menjadi contoh. "Kami mengapresiasi pekerjaan irigasi yang dilakukan di P3A Sanding Bersatu memiliki kualitas dan patut menjadi percontohan bagi pekerjaan irigasi lainnya," katanya.
Ia memastikan seluruh pekerjaan di 111 titik itu sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan petunjuk pelaksanaan. Pengawasan ketat dilakukan agar program ketahanan pangan nasional benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di lapangan.