Danlanal Banten Resmikan Lapangan Tembak "Pangeran Aryadillah" di Serang untuk Asah Kemampuan Prajurit

Penulis: Pandu Wibisono  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:45:31 WIB
Komandan Lanal Banten resmikan lapangan tembak Pangeran Aryadillah untuk latihan prajurit.

SERANG — Lanal Banten resmi mengoperasikan lapangan tembak baru yang diberi nama "Pangeran Aryadillah" di wilayah pesisir Serang. Peresmian dilakukan oleh Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia pada Jumat, 26 Juni 2026. Fasilitas ini dibangun untuk memastikan prajurit memiliki tempat latihan yang representatif dan aman.

Dua Area Latihan Sesuai Standar Militer

Lapangan tembak ini memiliki dua area utama yang dirancang khusus untuk latihan senjata genggam dan senapan. Pertama, lapangan tembak pistol dengan jarak tembak 25 meter. Kedua, lapangan tembak laras panjang yang membentang sejauh 100 meter.

“Penyediaan sarana latihan yang representatif dan aman merupakan hal mutlak dalam mendukung kesiapsiagaan operasional TNI AL,” kata Uki dalam keterangan tertulis Penerangan Lanal Banten. Ia menambahkan, fasilitas ini menjadi wujud nyata komitmen pembinaan kemampuan tempur prajurit.

Mengapa Nama "Pangeran Aryadillah"?

Pemilihan nama lapangan tembak bukan tanpa makna. Pangeran Aryadillah adalah putra Sultan Maulana Hasanuddin yang dikenal sebagai Panglima Perang Kesultanan Banten. Sosok ini tersohor dengan gelar "Pangeran Jaga Lautan" berkat keberanian dan dedikasinya menjaga kedaulatan wilayah Banten pada masanya.

Karakter dan rekam jejak sejarah sang pangeran diharapkan mampu diwarisi oleh prajurit TNI AL yang bertugas di Banten. Apalagi, wilayah kerja Lanal Banten berada di jalur strategis Selat Sunda yang membutuhkan pengamanan ekstra.

Dampak bagi Pengawasan Laut Selat Sunda

Dengan hadirnya lapangan tembak baru ini, Lanal Banten diharapkan bisa meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di laut. Jalur Selat Sunda dikenal padat lalu lintas kapal dan rawan pelanggaran, sehingga respons cepat dari prajurit yang terlatih menjadi krusial.

Fasilitas ini memungkinkan prajurit mengasah naluri tempur secara berkala tanpa harus bergantung pada lokasi latihan di luar daerah. Pembangunan ini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan operasional TNI AL di kawasan barat Indonesia.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: javanewsonline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top