BANTEN — Fortune Southeast Asia 500 merupakan pemeringkatan tahunan yang disusun Fortune Media untuk mengukur kinerja perusahaan-perusahaan raksasa di kawasan. Masuknya PTPP dalam daftar ini selama tiga tahun beruntun menunjukkan ketahanan bisnis di tengah industri konstruksi dan infrastruktur yang terus bergejolak.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa pengakuan ini bukan sekadar prestasi seremonial. Menurutnya, pencapaian itu mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga performa operasional dan memperkuat fundamental bisnis.
“Pengakuan ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri yang dinamis,” ujar Joko dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Dengan pengalaman lebih dari 70 tahun, PTPP terus bertransformasi. Inovasi dan penerapan teknologi digital menjadi tulang punggung strategi perusahaan. Tak hanya itu, implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga diperkuat sebagai bagian dari pertumbuhan berkelanjutan.
PTPP juga secara konsisten mengembangkan portofolio usaha yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Kontribusi nyata terhadap proyek-proyek infrastruktur nasional menjadi salah satu pilar utama menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Keberhasilan ini, menurut Joko, semakin menegaskan peran strategis PTPP sebagai motor penggerak industri konstruksi nasional. Perusahaan dinilai mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di tingkat regional.
Ke depan, PTPP akan memusatkan perhatian pada peningkatan efisiensi operasional dan penguatan tata kelola perusahaan. Percepatan penyelesaian berbagai proyek strategis nasional yang memiliki dampak ekonomi dan sosial luas juga menjadi prioritas.
“Ke depan, kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional yang memberikan nilai tambah berkelanjutan,” pungkas Joko.
Dengan fondasi yang kokoh dan arah strategis yang jelas, PTPP optimistis dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat posisinya di peta persaingan konstruksi Asia Tenggara.