BANTEN — Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menilai sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang paling dinamis. Namun, menurutnya, aspek proteksi masih menjadi titik lemah yang jarang disentuh oleh lembaga keuangan.
“Permodalan kini semakin terbuka, tetapi ada satu hal yang sering terlupakan yaitu perlindungan bagi para praktisinya. Dengan adanya kerja sama antara Gekrafs dan BRI Insurance ini, semoga membuat para pelaku usaha kreatif semakin merasa aman untuk berkarya,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
Lewat kolaborasi ini, BRI Insurance akan merancang produk asuransi yang spesifik menjawab kebutuhan pelaku ekonomi kreatif. Tidak seperti polis konvensional, skema perlindungan ini dirancang agar lebih fleksibel dan terjangkau bagi usaha mikro dan kecil di sektor tersebut.
Budi menambahkan, perusahaan tidak hanya berhenti pada penyediaan produk. BRI Insurance juga berkomitmen menggencarkan literasi asuransi di kalangan anggota Gekrafs. Edukasi ini menjadi kunci agar para pelaku usaha sadar bahwa risiko—mulai dari kebakaran, bencana alam, hingga gangguan rantai pasok—bisa terjadi kapan saja.
Kerja sama ini menyasar lebih dari sekadar anggota Gekrafs. BRI Insurance menargetkan dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang terus bertumbuh. Sektor ini mencakup sub-sektor seperti fesyen, kriya, kuliner, film, hingga musik—yang semuanya memiliki profil risiko unik.
“Tujuan kerja sama ini kami lakukan, tentu sebagai upaya mengamankan masa depan para pelaku usaha kreatif di Indonesia dengan membangun kerja sama yang strategis untuk pertumbuhan dan ketahanan ekonomi,” tegas Budi.
BRI Insurance menempatkan kolaborasi ini sebagai bagian dari visi perusahaan menjadi mitra terpercaya dalam solusi perlindungan. Ke depan, perusahaan akan terus menghadirkan inovasi layanan yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan usaha di sektor informal dan semi-formal.
Dengan adanya jaring pengaman ini, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan bisa lebih fokus mengembangkan karya tanpa harus khawatir usaha mereka kolaps saat terjadi musibah.