TANGERANG — Summarecon Serpong resmi memperkenalkan Serpong CBD sebagai pusat bisnis terintegrasi di Gading Serpong. Kawasan ini dirancang untuk merespons perubahan kebutuhan ruang usaha yang semakin kompleks, di mana pelaku bisnis tidak lagi sekadar mencari tempat beroperasi, tetapi juga lokasi yang mampu memperkuat identitas merek.
Area komersial utama di Serpong CBD diberi nama City Gate. Kawasan ini terhubung langsung dengan tiga boulevard utama: Gading Serpong Boulevard, Symphonia Boulevard, dan City Gate Boulevard. Aksesnya juga ditopang oleh konektivitas menuju Tol Jakarta-Tangerang, Tol Serpong-Balaraja, serta rencana pengembangan akses Melody-Diklat Pemda.
“Dengan posisi tersebut, City Gate tidak hanya berfungsi sebagai area komersial baru, tetapi juga sebagai etalase bisnis di Gading Serpong. Kawasan ini berada pada jalur penghubung antara Summarecon Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci,” ujar Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dalam keterangan resmi, Rabu (11/12).
Untuk mengakomodasi berbagai jenis usaha, Summarecon Serpong menyiapkan dua produk utama. Pertama, City Gate Office Suites, bangunan enam lantai dengan luas tanah 220-264 meter persegi dan luas bangunan hingga 1.337 meter persegi. Bangunan ini dilengkapi double facade, outdoor mezzanine setinggi 3 meter, serta frontage langsung ke boulevard utama.
“City Gate Office Suites disiapkan untuk bisnis yang membutuhkan ruang representatif sekaligus ekspresi brand. Produk ini menyasar pelaku usaha yang membutuhkan ruang kerja sekaligus ruang untuk menampilkan identitas bisnisnya,” kata Albert.
Kedua, City Gate Graha, bangunan lima lantai dengan luas tanah 108-153 meter persegi dan luas bangunan 453-603 meter persegi. Produk ini memiliki frontage ke Symphonia Boulevard dan diarahkan untuk bisnis yang membutuhkan ruang lebih besar dibandingkan format komersial konvensional.
Selain bangunan siap guna, Summarecon Serpong juga menyediakan kavling komersial. Opsi ini memberi fleksibilitas kepada pelaku usaha yang memiliki kebutuhan desain dan operasional lebih spesifik. “Dengan opsi ini, pemilik bisnis dapat mengembangkan bangunan sesuai karakter brand dan model usahanya,” tambah Albert.
Kawasan ini membidik beragam jenis usaha: kantor, showroom, layanan profesional, klinik, makanan dan minuman, hingga bisnis yang membutuhkan kunjungan pelanggan secara langsung. Serpong CBD diharapkan menjadi pusat gravitasi ekonomi baru di Gading Serpong yang mampu menarik arus pengunjung dari kawasan sekitar.