BANTEN — PLN Sumut tidak sekadar menyalurkan listrik. Lewat program pengembangan sumber daya manusia, perusahaan pelat merah itu menyerahkan bantuan sarana belajar berupa 25 komputer All-in-One, satu proyektor, modul pembelajaran, serta pendampingan usaha pasca-pelatihan kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Sumatera di Medan.
"Akses terhadap keterampilan digital saat ini menjadi kebutuhan mendasar agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, di Medan, Selasa (15/4).
Peserta pelatihan tidak sekadar diajari menyalakan komputer. Mereka mendapat materi desain grafis, pemanfaatan teknologi digital, dan pendampingan kewirausahaan. Tujuannya: meningkatkan daya saing di dunia kerja atau memulai usaha mandiri.
Mundhakir menambahkan, PLN ingin menghadirkan energi untuk tumbuh, belajar, dan berkarya bagi generasi muda. "Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun kemandirian ekonomi dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif," katanya.
Ketua PKBM Anak Sumatera, Togar Sirait, mengakui bantuan ini memperkuat sarana pembelajaran yang selama ini terbatas. Menurutnya, program tersebut memberi kesempatan bagi pemuda kurang mampu untuk menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Lewat program ini, PLN menargetkan kontribusi nyata: meningkatkan kompetensi digital masyarakat, memperluas akses pendidikan keterampilan, menekan angka pengangguran, dan mendorong lahirnya pelaku usaha kreatif baru di Sumatera Utara.