Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Dorong ASN Manfaatkan AI untuk Percepat Pelayanan Publik dan Pengambilan Keputusan

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 15 Juni 2026 | 22:55:31 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mendorong ASN memanfaatkan AI untuk percepatan pelayanan publik.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggencarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan birokrasi. Wali Kota Benyamin Davnie menyebut AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat daya saing daerah dan mempercepat pengambilan keputusan.

Hal itu ia sampaikan dalam Workshop AI Empowerment for Government di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin. Acara ini menghadirkan pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Onno W. Purbo, sebagai narasumber utama.

AI Bukan Sekadar Alat Otomatisasi Administrasi

Benyamin menekankan bahwa adopsi AI harus dilakukan secara bijak. Ia meminta seluruh ASN memahami batasan penggunaan teknologi ini agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

"Teman-teman harus tahu mana yang bisa digunakan dan mana yang tidak boleh. Jangan sampai penggunaan AI justru menimbulkan persoalan hukum atau pelanggaran aturan," ujar Benyamin.

Menurutnya, AI bisa berdampak negatif jika digunakan melampaui batas. Oleh karena itu, ia meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencermati regulasi terkait keterbukaan informasi publik, perlindungan data pribadi, hingga transaksi elektronik.

Workshop Berbasis Outcome: ASN Bawa Data dan Dokumen Nyata

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang dengan konsep 100 persen outcome based. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi langsung mempraktikkan penggunaan AI untuk menghasilkan dokumen kerja nyata.

Setiap peserta diwajibkan membawa laptop, data, dokumen, dan regulasi yang berkaitan dengan instansinya masing-masing. Hasil olahan AI tersebut akan digunakan untuk menyusun rekomendasi kebijakan sektoral yang nantinya disampaikan langsung kepada Wali Kota.

"Pak Wali ingin teknologi digital tidak hanya digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga membantu pekerjaan internal pemerintahan agar lebih cepat, efektif, dan produktif," kata Asep.

ASN Harus Tetap Kritis dan Tidak Bergantung Penuh pada AI

Meski AI dinilai mampu menghemat waktu dalam pekerjaan administratif, Asep mengingatkan agar ASN tidak serta-merta menerima hasil olahan teknologi tanpa verifikasi. Kemampuan analisis dan berpikir kritis tetap menjadi yang utama.

"Teknologi ini adalah alat bantu. Semakin baik data yang dimiliki, semakin baik pula hasil yang diberikan. Yang paling penting, kemampuan berpikir dan analisis ASN tetap menjadi yang utama," ucapnya.

Senada dengan hal itu, Prof. Onno W. Purbo mengajak ASN untuk memahami AI sebagai alat bantu produktivitas, bukan pengganti manusia. Ia mencontohkan, AI dapat mempercepat penyusunan dokumen, analisis data, hingga rekomendasi kebijakan apabila digunakan secara tepat.

"AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang dapat mempercepat proses kerja, mulai dari penyusunan dokumen, analisis data, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan apabila digunakan secara tepat," kata Onno.

Adaptasi Birokrasi di Era Perubahan Teknologi

Wali Kota Benyamin menuturkan, perkembangan teknologi saat ini menuntut pemerintah untuk beradaptasi lebih cepat. Ia meminta seluruh ASN dari semua OPD untuk memahami dan memanfaatkan AI secara tepat.

"Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri," ujar Benyamin.

Dengan langkah ini, Pemkot Tangsel berharap pelayanan publik dapat berjalan lebih responsif dan efisien, tanpa mengesampingkan aspek kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top