Festival Film Horor Pilih Badut Gendong sebagai Film Terbaik Periode Juni 2026, Sutradara Charles Gozali Raih Penghargaan

Penulis: Ramli Siregar  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 13:15:31 WIB
Film Badut Gendong dinobatkan sebagai Film Terbaik Festival Film Horor periode Juni 2026.

JAKARTA — Festival Film Horor (FFH) kembali mengumumkan pemenang untuk edisi ketujuhnya. Dalam periode penjurian yang berlangsung dari 13 Mei hingga 12 Juni 2026, film Badut Gendong dinobatkan sebagai film terpilih. Keputusan ini diambil setelah juri membandingkan kualitas lima film yang masuk dalam daftar penilaian.

Lima film yang menjadi perhatian juri pada edisi kali ini adalah Sekawan Limo2, Gudang Merica, Tumbal Proyek, Badut Gendong, dan Monster Pabrik Rambut. Dari kelima judul tersebut, Badut Gendong dinilai paling unggul dalam beberapa aspek.

Alasan Juri Memilih Badut Gendong

Ketua Juri FFH, Ismail, menjelaskan bahwa film Badut Gendong tidak hanya sekadar menghibur. Menurutnya, film ini berhasil mengangkat elemen budaya lokal ke dalam cerita horor yang tetap masuk akal. "Film ini mengangkat budaya lokal, alur cerita yang jelas, dan yang terpenting masuk akal bukan sekadar film yang menghibur penontonnya tapi juga bisa diterima penonton," kata Ismail dalam pengumuman resmi.

Ia menambahkan bahwa keempat film lainnya juga memiliki kualitas yang baik dan layak ditonton. Namun, karena FFH harus menentukan satu karya terbaik dalam setiap periode penjurian, tim juri akhirnya sepakat memilih Badut Gendong sebagai pemenang.

Charles Gozali Raih Penghargaan Sutradara Terpilih

Selain kategori film terbaik, FFH juga memberikan penghargaan individu. Sutradara Charles Gozali ditetapkan sebagai sutradara terpilih edisi Juni 2026. Ismail menilai Charles berhasil menerjemahkan naskah menjadi tontonan yang menarik dengan alur yang mudah diikuti. "Charles mampu memindahkan skenario menjadi tonton yang menarik, terutama dari segi cerita alurnya menarik dan bisa diterima nalar," ujar Ismail.

Penghargaan untuk Sinematografer

Untuk kategori Director of Photography (DoP), penghargaan diberikan kepada Hani Pradigya yang juga bekerja di film Badut Gendong. Juri menilai pengambilan gambar dalam film tersebut berhasil menghadirkan pengalaman visual yang memuaskan bagi penonton.

Ismail menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam kelima film yang dinilai telah memberikan kemampuan terbaik mereka. FFH, kata dia, tetap mengapresiasi seluruh pekerja seni yang berkontribusi menghadirkan karya berkualitas bagi penikmat film horor Indonesia. (san/*)

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: lensabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top