Bungie Tutup Kisah Destiny 2 dengan Cutscene Emosional, Meninggalkan Cliffhanger Saga Baru yang Terpotong

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 22:12:02 WIB
Zavala mengucapkan perpisahan dalam cutscene emosional penutup Destiny 2.

Bagi jutaan Guardian yang setia merampok ruang bawah tanah dan menembak Fallen setiap minggu, Monuments of Triumph terasa seperti pukulan telak. Bukan karena kontennya yang buruk, tetapi karena apa yang diwakilinya: titik akhir. Update ini adalah yang terakhir untuk Destiny 2, dan bahkan acara mingguan "This Week In Destiny" yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade pun ikut berakhir. Bungie, seolah sadar akan situasi ini, memadatkan sebanyak mungkin elemen penutup ke dalam update ini — ironisnya, tepat saat mereka baru saja memulai petualangan baru.

Perpisahan Zavala yang Menyayat Hati dan Sebuah Tongkat Estafet

Cutscene pertama berfokus pada Zavala, komandan Vanguard yang telah memimpin para Guardian selama sepuluh tahun. Dalam adegan yang disutradarai dengan sangat matang, Zavala yang kehilangan Ghost-nya dan hanya memiliki satu nyawa tersisa, memutuskan untuk pensiun. "Terima kasih. Telah berjalan bersamaku selama ini. Telah memikul beban ini bersamaku. Kalian membuatku bangga," ucap Zavala dalam cutscene tersebut, sebuah kalimat yang langsung menusuk hati penggemar lama, terutama mengingat kepergian pengisi suaranya, Lance Reddick.

Ia menyerahkan tongkat estafet kepada Ikora, yang kini menjadi anggota terakhir dari Vanguard lama. Momen ini diperkuat oleh dialog Ghost yang lugas: "Tidak ada yang tetap sama, bukan? Menurutmu apa yang ada di masa depan kita?" Pertanyaan retoris ini terasa seperti pengakuan langsung dari Bungie atas ketidakpastian yang menyelimuti waralaba ini. Yang paling menonjol dari cutscene ini adalah kualitas sinematografinya. Sutradara sinematik John Ebenger mengungkapkan bahwa timnya "mengeluarkan trik baru untuk transisi antara mesin game dan cutscene pra-render" untuk membuat momen ini terasa spesial dalam waktu singkat.

Pertemuan di Hutan Gelap: The Winnower Akhirnya Berbicara

Cutscene kedua adalah yang paling penting dan paling menyakitkan. Karakter baru, Lodi, seorang pria era pra-Golden Age yang bekerja di versi Destiny dari Biro Kontrol Federal, muncul di Dark Forest dalam keadaan kerasukan. Ia bergumam tentang "pertaruhan di akhir waktu, antara juara Kegelapan dan Cahaya," yang menjadi alasan mengapa Nine yang egois selama ini mendekati para Guardian.

Entitas yang merasuki Lodi diduga kuat adalah The Winnower, dewa ekstra-dimensi yang merupakan padanan Kegelapan dari Traveler. Ini adalah pertama kalinya entitas ini berinteraksi langsung dengan pemain. The Winnower menyuruh Guardian untuk "beristirahat sejenak dan menikmati pembantaian" untuk saat ini. Dengan kata lain, cerita berakhir di sini, tetapi dengan benang tipis yang bisa ditarik kembali jika Bungie mendapatkan kesempatan. Cliffhanger ini terasa seperti pukulan keras di wajah, mengingat pertarungan melawan The Winnower kini sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Kemenangan Pahit Bungie dan Harapan akan Destiny 3

Monuments of Triumph adalah sebuah mahakarya dalam hal penyampaian cerita yang kontradiktif. Bungie berhasil mengikat ujung cerita dengan rapi, namun di saat yang sama membuka pintu ke petualangan baru yang paling menarik dalam seri ini melalui karakter Lodi dan misteri The Winnower. Ini adalah pengakuan bahwa rencana besar untuk saga "Fate" harus dipotong di tengah jalan. "Saya sedih, saya marah, dan sekarang saya semakin menginginkan Destiny 3," tulis penulis asli artikel tersebut, dan sentimen itu terasa sangat relevan bagi basis pemain setia yang merasa masa depan alam semesta yang mereka cintai kini menggantung di ujung tanduk.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top