Bank Raya Targetkan Porsi Kredit Digital Tembus 50% di 2026, Pinang Dana Talangan Tumbuh 33%

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 21:18:01 WIB
Bank Raya optimalkan kredit digital dengan target porsi 50% pada 2026.

BANTEN — Bank Raya mencatatkan perbaikan margin bunga bersih (NIM) dari 4,87% pada Kuartal I/2025 menjadi 5,78% atau naik 91 basis poin secara tahunan. Peningkatan ini terjadi seiring optimalisasi aset produktif dan efisiensi biaya dana. Saat ini, porsi kredit digital terhadap total kredit sudah mencapai 45,6%, naik signifikan dari 32,1% pada periode yang sama tahun lalu.

Pinang Dana Talangan, produk unggulan Bank Raya, menjadi motor utama pertumbuhan. Dalam tiga bulan pertama 2026, bank ini telah menyalurkan Rp7,25 triliun melalui produk tersebut, tumbuh 33,4% year-on-year. Outstanding-nya mencapai Rp1,15 triliun, melesat 63% secara tahunan. Produk ini menyasar sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai di seluruh Indonesia.

Strategi Eksploitasi dan Eksplorasi

Untuk mempertahankan laju bisnis, Bank Raya menerapkan dua strategi sekaligus. Pertama, eksploitasi—menggali potensi maksimal dari ekosistem BRI Group melalui sinergi dengan BRI dan anak usahanya. Kedua, eksplorasi—menjalin kolaborasi dengan mitra di luar grup untuk memperluas jangkauan pasar.

“Kami optimistis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental,” ujar Ida Bagus Ketut Subagia dalam paparannya.

DPK Tumbuh, Likuiditas Terjaga

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya tercatat Rp8,44 triliun, didorong oleh pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA). Hal ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan digital bank tersebut terus meningkat. Bank Raya juga mengklaim memiliki jaringan Online to Offline (O2O) terluas di Indonesia, yang menjadi keunggulan kompetitif dibandingkan bank digital lain.

Ke depan, perseroan menargetkan porsi kredit digital dan simpanan digital terus bertumbuh positif sepanjang 2026. “Kami akan terus memperkuat inovasi produk digital dan penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” tambah Bagus.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top