TANGERANG — Sebanyak 13 kecamatan di Kota Tangerang menjadi sasaran pelatihan pengolahan makanan kreatif bagi ibu rumah tangga. Program yang digelar secara bertahap ini diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menyebut kegiatan tersebut menjadi fondasi awal bagi para ibu untuk masuk ke ruang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Para peserta dinilai sudah memiliki kemampuan dasar mengolah masakan. Tantangan utamanya adalah meningkatkan nilai jual melalui pengemasan dan manajemen usaha yang tepat.
"Para ibu rumah tangga ini sudah sangat paham betul cara mengolah masakan. Kini kita mendorong agar hasil olahannya bisa memiliki nilai jual pasar yang tinggi dengan pengemasan dan manajemen," ujar Tihar di Tangerang, Jumat.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tangerang Masturoh Sachrudin menambahkan, program ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ibu rumah tangga memiliki peran sentral sebagai motor penggerak kesejahteraan keluarga.
"Banyak ibu rumah tangga yang memiliki usaha secara mandiri dan membantu ekonomi keluarga. Maka itu program ini kami optimalkan setiap tahun," kata Masturoh.
Pemkot Tangerang menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu prioritas pembangunan sosial. Targetnya, lahir perempuan-perempuan mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah masyarakat.
"Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu prioritas pembangunan sosial, khususnya dalam mendorong lahirnya perempuan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah masyarakat," kata Tihar Sopian.
Program PKHP ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor UMKM.