Pemkot Tangerang Rekrut Lulusan PTDI-STTD Jadi ASN Lewat Jalur Polbit

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29:39 WIB
Pemerintah Kota Tangerang dan BPSDM Perhubungan RI resmi menjalin kerja sama rekrutmen ASN melalui jalur Polbit.

TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang resmi menyepakati kolaborasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan RI untuk memperkuat kualitas tenaga teknis transportasi. Kesepakatan yang diteken pada Kamis, 30 April 2026 di Jakarta ini menjadi jawaban atas krisis tenaga ahli di tengah kompleksitas mobilitas wilayah penyangga ibu kota.

Langkah ini ditempuh melalui skema Pola Pembibitan atau Polbit. Melalui mekanisme tersebut, Pemkot Tangerang mendapatkan jatah kuota khusus untuk mengirimkan putra-putri terbaik daerah guna menempuh pendidikan di sekolah kedinasan, salah satunya Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD).

Bagaimana Skema Polbit Memenuhi Kebutuhan ASN Teknis?

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengisi celah kekurangan tenaga ahli perhubungan. Para lulusan dari sekolah kedinasan tersebut nantinya tidak perlu lagi melalui jalur rekrutmen umum, melainkan langsung diserap menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) teknis.

“Kita mendapatkan SDM yang memiliki kompetensi teknis transportasi tingkat nasional dan siap mengoperasikan teknologi transportasi modern,” ujarnya saat memberikan keterangan pada Selasa, 5 Mei 2026.

Suhaely menambahkan, secara administratif pihaknya telah siap menindaklanjuti kesepakatan tersebut ke dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih mendalam. Saat ini, Pemkot Tangerang tinggal menyelaraskan jadwal dengan agenda rekrutmen nasional dari Kemenhub dan Kemenpan-RB.

Urgensi Tenaga Ahli untuk Implementasi Smart Mobility

Tingginya beban lalu lintas di Kota Tangerang akibat aglomerasi menuntut adanya rekayasa lalu lintas yang lebih presisi. Dinas Perhubungan kini memprioritaskan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi khusus dibandingkan tenaga administratif biasa untuk mengelola sistem integrasi transportasi publik.

Selain manajemen lalu lintas konvensional, Pemkot Tangerang tengah mengejar target digitalisasi layanan menuju sistem mobilitas cerdas atau Smart Mobility. Peralihan layanan manual ke sistem berbasis teknologi ini memerlukan operator dan manajer yang tanggap terhadap inovasi digital di lapangan.

Kepala BPSDM Perhubungan RI, Suharto, mengapresiasi langkah proaktif Pemkot Tangerang dalam mengamankan kuota SDM berkualitas ini. Menurutnya, kolaborasi pusat dan daerah adalah kunci menghadapi dinamika transportasi global yang terus berubah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu mencetak insan perhubungan yang profesional, beretika, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memberikan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman,” ungkap Suharto.

Dengan kepastian kuota Polbit ini, Kota Tangerang diproyeksikan memiliki kemandirian dalam mengelola infrastruktur transportasi modern melalui tangan-tangan ahli lokal yang telah teruji secara kompetensi nasional.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Back to top