PBSI Pandeglang Punya Ketua Baru, Muhamad Syahrul Fokus Jaring Atlet di 35 Kecamatan

Penulis: Pandu Wibisono  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45:59 WIB
Muhamad Syahrul resmi menjabat Ketua PBSI Pandeglang periode 2026-2030.

PANDEGLANG — Estafet kepemimpinan organisasi bulutangkis di Kabupaten Pandeglang resmi berganti. Muhamad Syahrul terpilih secara aklamasi untuk menahkodai Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pandeglang masa bakti 2026-2030 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Luar Biasa yang digelar Sabtu, 9 Mei 2026.

Forum tertinggi organisasi tepok bulu tingkat kabupaten ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh olahraga, di antaranya Sekretaris Umum KONI Pandeglang Doni Hermawan, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Karna Suyana, serta jajaran pengurus PBSI dari wilayah tetangga seperti Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Akhir Pengabdian 30 Tahun Beny Sudrajat di PBSI Pandeglang

Terpilihnya Muhamad Syahrul sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan H. Beny Sudrajat. Tercatat, Beny telah mendedikasikan dirinya memimpin PBSI Pandeglang selama kurang lebih tujuh periode atau hampir 30 tahun lamanya. Sosok senior ini memutuskan tidak melanjutkan jabatannya karena alasan kesibukan yang semakin padat.

Selama tiga dekade pengabdiannya, Beny dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga eksistensi olahraga bulutangkis di Pandeglang. Kini, tugas besar berada di pundak Syahrul untuk membawa organisasi ini ke level prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional.

Ketua terpilih, Muhamad Syahrul, menegaskan bahwa langkah pertamanya setelah menyusun struktur kepengurusan adalah terjun langsung ke lapangan untuk mencari bibit-bibit muda potensial.

“Guna menjaring atlet muda potensial. Mudah-mudahan kami tidak salah dalam memilih atlet agar mereka bisa diikutsertakan dalam ajang tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Syahrul, Minggu, 10 Mei 2026.

Strategi Pembinaan: Manfaatkan Gedung PGRI di 35 Kecamatan

Salah satu terobosan yang disiapkan oleh kepengurusan baru adalah melakukan pendataan menyeluruh terhadap potensi atlet dan sarana olahraga di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang. Syahrul menyoroti ketersediaan fasilitas di tingkat kecamatan yang selama ini belum teroptimalisasi secara maksimal untuk pembinaan atlet usia dini.

“Informasi ddidapatkan dari Pak Kabid Dindikpora, di setiap kecamatan ada gedung PGRI yang difasilitasi lapangan bulutangkis. Ini bisa dijadikan tempat pembinaan usia dini dan kami akan berkoordinasi dengan teman-teman di kecamatan,” katanya menjelaskan.

Selain masalah fasilitas, Syahrul menyadari bahwa PBSI adalah organisasi besar yang membutuhkan dukungan finansial yang stabil. Ia berencana membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan pemerintah daerah, guna memastikan program kerja organisasi dapat berjalan berkesinambungan.

“Untuk pembinaan tentu membutuhkan pendanaan. Kami akan mencoba berkolaborasi dengan pengusaha maupun pemerintah daerah agar potensi atlet yang ada bisa dioptimalkan,” ucap Syahrul menambahkan.

Digitalisasi Sistem Informasi Atlet Bulutangkis Banten

Harapan besar juga datang dari Ketua Pengprov PBSI Banten, Sudarto Adinagoro. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pembinaan prestasi dengan kurikulum pendidikan di sekolah agar jangkauan penjaringan atlet bisa lebih luas.

Sudarto mendorong kepengurusan baru di bawah komando Muhamad Syahrul untuk mulai menerapkan sistem informasi yang lebih modern dalam memantau perkembangan atlet sejak usia sekolah dasar.

“Saya ingin meningkatkan sistem informasinya agar pembinaan bulutangkis bisa dilibatkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Sehingga kuota atlet yang terjaring semakin banyak,” tutur Sudarto.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top