TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memutuskan untuk menambah nilai bantuan program bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) untuk tahun anggaran 2026. Setiap unit rumah nantinya akan mendapatkan alokasi sebesar Rp75 juta, meningkat dari nilai sebelumnya yang dipatok pada angka Rp71 juta.
Kenaikan anggaran ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Langkah tersebut diambil guna memastikan standar bangunan yang dihasilkan benar-benar menunjang kesehatan dan keselamatan keluarga yang menempatinya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, menjelaskan bahwa dengan dana Rp75 juta, spesifikasi rumah yang dibangun akan jauh lebih berkualitas. Pemerintah daerah ingin memastikan bantuan tersebut tidak hanya sekadar memperbaiki atap, namun merombak total struktur rumah agar layak huni.
“Tahun ini, atas arahan Bapak Wali Kota, anggaran per unit kita tingkatkan menjadi Rp75 juta dari sebelumnya Rp71 juta. Dengan nilai tersebut, rumah yang dibangun nantinya sudah sangat layak karena mencakup dua kamar tidur, ruang tamu, lantai keramik, fasilitas listrik, hingga penyediaan pompa air bersih,” ujar Asep dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Pembangunan fisik ini juga dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi produktivitas warga. Hunian yang sehat diyakini berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan keluarga serta kesehatan lingkungan di pemukiman padat penduduk.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkot Tangsel memproyeksikan perbaikan menyasar 329 unit rumah yang tersebar di tujuh kecamatan. Namun, tidak semua rumah yang terlihat rusak bisa langsung mendapatkan bantuan ini karena ada prosedur verifikasi yang ketat di lapangan.
Asep menyebutkan bahwa tim verifikator akan memprioritaskan hunian dengan kondisi sanitasi buruk dan konstruksi bangunan yang sudah membahayakan penghuninya. Selain faktor fisik, ada syarat administrasi mutlak yang harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat.
“Prioritas diberikan kepada rumah yang kondisi sanitasinya buruk dan konstruksinya membahayakan penghuni. Namun syarat utamanya, status tanah harus milik pribadi,” tegas Asep.
Salah satu keunggulan program RUTLH di Tangsel adalah durasi pengerjaannya yang terukur. Pemerintah daerah menargetkan setiap unit rumah dapat diselesaikan dalam waktu rata-rata satu bulan agar warga tidak perlu terlalu lama mengungsi atau mencari tempat tinggal sementara.
Hingga saat ini, catatan pembangunan daerah menunjukkan bahwa Pemkot Tangsel telah berhasil memperbaiki sedikitnya 2.800 unit rumah warga sejak program ini digulirkan. Program bedah rumah ini menjadi instrumen utama pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan memperbaiki tata kota di wilayah penyangga Jakarta tersebut.
Asep menambahkan, Wali Kota Benyamin Davnie berkomitmen penuh untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Program ini dianggap sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam pemenuhan hak dasar warga atas tempat tinggal.