Tangsel Fokus Kolaborasi Regional Tangani Polusi Udara Lintas Batas

Penulis: Ramli Siregar  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 12:02:55 WIB
Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperkuat kolaborasi regional untuk mengatasi polusi udara lintas batas.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memutuskan untuk mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas wilayah dalam merespons penurunan kualitas udara yang terjadi beberapa pekan terakhir. Fenomena kabut tipis yang mulai menyelimuti wilayah tersebut menjadi indikator kuat perlunya penanganan terpadu bersama daerah penyangga lainnya.

Langkah ini diambil untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kondisi udara yang memburuk. Pemkot Tangsel menilai, ego sektoral atau upaya penyelesaian secara mandiri tidak akan efektif mengingat karakter polutan yang bergerak bebas mengikuti arah angin tanpa terhambat batas wilayah administrasi.

Fenomena Polusi Lintas Batas di Tangerang Selatan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, menjelaskan bahwa polusi udara yang terjadi saat ini merupakan kategori transboundary pollution. Mewakili Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, ia menegaskan bahwa sumber polutan bisa berasal dari mana saja dan berdampak luas ke wilayah di sekitarnya.

“Polusi udara tidak mengenal batas administratif. Apa yang terjadi di satu wilayah bisa berdampak ke wilayah lain. Karena itu, pendekatan yang kami pilih adalah kolaboratif, bukan saling menyalahkan,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Asep, fokus utama pemerintah saat ini bukan terjebak dalam polemik mengenai siapa penyumbang polusi terbesar. Sebaliknya, Pemkot Tangsel memilih untuk mengalokasikan sumber daya pada langkah konkret yang dapat dilakukan secara kolektif dengan pemerintah daerah di sekitar Tangerang Raya dan Jakarta.

Bagaimana Sinergi Antardaerah Dilakukan?

Koordinasi intensif kini tengah dijalin dengan instansi terkait untuk memperkuat pengendalian pencemaran di tingkat regional. Fokus kerja sama ini mencakup pengawasan emisi gas buang kendaraan serta pengendalian sumber-sumber pencemar tidak bergerak yang tersebar di perbatasan wilayah.

“Isu ini tidak bisa diselesaikan oleh satu kota saja. Diperlukan sinergi antardaerah, termasuk dalam pengawasan emisi dan pengendalian sumber pencemar,” jelas Asep.

Selain memperkuat diplomasi antarwilayah, Pemkot Tangsel juga mengoptimalkan upaya internal dalam memantau parameter kualitas udara secara berkala. Hal ini dilakukan agar data yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan bersama yang lebih akurat dan terukur dalam menekan laju polusi di masa mendatang.

Reporter: Ramli Siregar
Back to top